Suara.com - Kehidupan pernikahan Syekh Puji dengan istri mudanya, Lutviana Ulfah akhirnya terbongkar setelah 15 tahun berlalu.
Tak hanya soal malam pertama mereka yang terjadi setelah 5 tahun menikah, Lutviana Ulfah juga mulai membongkar alasannya mau dipersunting oleh Syekh Puji ketika usianya masih 12 tahun.
Melalui Instagram Story, Lutviana Ulfah bersedia menikah dengan Syekh Puji ketika masih 12 tahun, karena dirinya percaya jodohnya telah ditakdirkan oleh Allah. Lutviana Ulfah percaya bahwa Allah telah menggariskan kehidupannya, termasuk urusan jodohnya.
"Kenapa saya mau menikah dengan beliau? Karena saya sangat percaya sama takdir Allah bahwa jodoh itu sudah digariskan sama Allah sejak sebelum kita diciptakan. Saya percaya dengan jalan takdir yang telah Allah berikan kepada saya," ujar Lutviana Ulfah.
Meskipun, Lutviana Ulfah juga tak bisa memungkiri bahwa dirinya sempat trauma karena mendapat stigma negatif ketika menikah dengan Syekh Puji. Saat itu, Lutviana Ulfah yang masih sangat belia menjadi tertutup dan takut untuk melangkah atau mengambil keputusan.
Voice Over/Video Editor: Tenri/Welly
Berita Terkait
-
Kabar Terbaru Lutfiana Ulfa, Perempuan yang Dinikahi Syekh Puji di Usia 12 Tahun
-
Bukan Tidak Cinta, Lutviana Ulfa Ungkap Alasan Jarang Posting Foto Berdua Bareng Syekh Puji
-
Kekayaan Syekh Puji Ternyata Tembus Rp70 Miliar, Pernah Nikahi Gadis 12 Tahun
-
Jadi Istri Muda, Kedekatan Lutviana Ulfah dengan Istri Pertama Syekh Puji Tuai Sorotan
-
Blak-blakan Curhat Kehidupan Pernikahannya dengan Syekh Puji, Lutviana Ulfah 'Kabur'
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka