Suara.com - Sampah plastik yang hanyut di Sungai Cisadane sudah sampai Afrika dalam waktu enam hingga delapan bulan. Hal ini diketahui dari alat pelacak yang dipasang oleh tim peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) bersama sejumlah kementerian.
Mereka memasang drifter atau alat pelacak lokasi itu pada sampah di sejumlah sungai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali data terkait pergerakan sampah plastik global dan terbukti sampah plastik yang hanyut hingga lautan hanya berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dipengaruhi sejumlah faktor alam yang terjadi di lautan.
Peneliti Madya Pusat Riset Oseanografi, BRIN, Reza Cordova menjelaskan, bahwa sebagian besar sampah yang hanyut melalui sungai akan terdampar di wilayah lokal. "Hasil penelitian kami menujukkan bahwa sampah yang berasal dari sungai dan pesisir dengan aktivitas manusia yang tinggi akan berakhir juga di wilayah lokal."
Berita Terkait
-
Belanja Tanpa Plastik: Seberapa Efektif Tas Reusable Kurangi Sampah?
-
TPA Terancam Penuh 2028, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Sampah Indonesia?
-
Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU
-
Mungkinkah Mewujudkan Ramadan Tanpa Plastik?
-
Novel Hardem Rhapsody, Dilema Kelas dan Warna Kulit dalam Dinamika Sosial
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Jadi Tersangka KPK, Gus Yaqut Jelaskan Perihal Pembagian Kuota Haji
-
Donald Trump Dihadapkan pada Tuntutan Pengembalian Dana Tarif Rp2.700 Triliun
-
DPR Minta Evaluasi LPDP, Usai Dwi Sasetyaningtyas Viral Ogah Anaknya Jadi WNI
-
Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Kantongi Rp13 Juta Per Minggu dari Bandar Narkoba
-
Salat Tarawih tapi Bolak-Balik Pipis? Ini Saran Dokter Atasi Beser saat Ibadah
-
Bikin Merinding, Joko Anwar Pakai Lagu Cicak-cicak di Dinding di Film Ghost in the Cell
-
Tegas Hina Negara, Penerima LPDP Bakal Di-blacklist Pemerintah
-
Puasa Bikin GERD Kambuh? Dokter Penyelamat Deddy Corbuzier Ungkap Faktanya
-
Anak Tewas di Tangan Ibu Tiri, Lisnawati Cari Keadilan untuk Nizam
-
Profil Jasper Jeffers, Jenderal yang Ditunjuk Amerika Serikat Pimpin ISF di Gaza