- Dosen Universitas Udayana mengungkap dugaan pemalsuan riset oleh peneliti Indonesia di konferensi ilmiah internasional Kopenhagen pada Mei 2024.
- Kelompok peneliti Indonesia diduga mempresentasikan riset palsu dalam forum ISPPD Denmark demi mendapatkan dana hadiah atau grant.
- BRIN menegaskan belum menerima laporan resmi namun siap menjatuhkan sanksi berat bagi periset yang terbukti melakukan kecurangan ilmiah.
Suara.com - Dugaan keterlibatan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dalam skandal pemalsuan riset di sebuah konvensi ilmiah di Denmark kini menuai sorotan.
Kasus dugaan pemalsuan itu mencuat setelah ditemukan indikasi manipulasi dalam publikasi dan proses penelitian yang dipresentasikan dalam forum akademik internasional tersebut.
Dugaan pemalsuan riset itu viral setelah seorang dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, membuat unggahan di media sosial Thread pada Senin (25/5) kemarin.
Menanggapi hal itu, Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erra Wulandari mengaku baru mendengar informasi tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa BRIN memiliki aturan ketat terkait integritas penelitian.
“Kami punya organisasi profesi, Perhimpunan Periset Indonesia, di sana ada yang namanya Kode Etik Peneliti dan Penelitian. Itulah yang menjadi dasar bagi peneliti selalu menjunjung tinggi integritas dalam melakukan penelitian,” kata Erra kepada Suara.com, Selasa (26/5/2026).
Erra mengatakan, hingga saat ini BRIN belum menerima laporan maupun pengaduan resmi terkait dugaan keterlibatan peneliti Indonesia dalam kasus tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelanggaran etik penelitian dapat berujung pada sanksi berat apabila terbukti terjadi fraud atau kecurangan ilmiah.
“Belum ada kalau kami, karena hukumannya berat kalau sampai terbukti, saya rasa kami tidak kurang-kurang selalu mengingatkan ini untuk periset di BRIN. Kalau fraud bisa pemberhentian dari peneliti,” ujarnya.
Baca Juga: Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
Sebelumnya, pada postingan Ida Bagus Mandhara Brasika disebitkan kalau dugaan pemalsuan riset itu terungkap saat konferensi ilmiah untuk para ahli pneumonia seluruh dunia, ISPPD, di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei lalu.
Dalam konferensi itu terdapat kelompok periset asal Indonesia yang tampak telah menghasilkan temuan luar biasa. Para periset itu di antaranya, Prihatini, Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.
Akan tetapi, setelah ditelisik, kelompok periset tersebut diduga telah mengikuti konferensi dengan hasil penelitian palsu.
Disinyalir tindakan itu jadi modus terduga pelaku untuk mendapatkan dana hadiah (grant) dalam konferensi ilmiah.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Saja 9 WNI Global Sumud Flotilla yang Sempat Ditangkap Israel?
-
Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 9 WNI yang diculik Israel
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace
-
Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai
-
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN
-
Bantah Klaim Pemerintah, Komnas HAM Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Draft RUU HAM
-
Studi Ungkap Kemacetan Bikin Kota Semakin Panas, Apa Sebabnya?
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG