- SIG dan BRIN kerja sama kembangkan semen ramah lingkungan.
- Fokus riset beton hijau dan inovasi material konstruksi.
- Kolaborasi dukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi nasional.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG memperkuat strategi transformasi bisnis melalui kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan inovasi produk semen dan material bangunan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bangunan sekaligus tuntutan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian dalam acara “BRIN Goes To Industry 4” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian mengatakan, program “BRIN Goes To Industry” menjadi wadah kolaborasi antara industri, regulator, lembaga riset, dan masyarakat untuk mempercepat pemanfaatan hasil inovasi.
Menurut Amarulla, penguatan riset dan inovasi menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029. Melalui sinergi tersebut, BRIN ingin memastikan hasil penelitian mampu memberi dampak nyata bagi industri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menegaskan bahwa riset menjadi kunci utama untuk menghadirkan solusi material bangunan yang unggul dan adaptif terhadap tantangan industri konstruksi modern. Karena itu, SIG terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak strategis, termasuk BRIN.
“Kerja sama riset dengan BRIN adalah langkah strategis untuk menghadirkan beragam solusi material bangunan yang berkualitas, bermutu, dan ramah lingkungan,” ujar Indrieffouny.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan inovasi semen dan produk turunannya, pemanfaatan fasilitas riset bersama, advokasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Kolaborasi ini juga menjadi kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah diteken sejak Juli 2023. Dalam periode sebelumnya, SIG dan BRIN telah mengembangkan sejumlah inovasi seperti High Performance Concrete berbasis semen hidraulis, Self Healing Concrete untuk perbaikan retak beton, Chemical Additives untuk semen dan beton, hingga beton hijau untuk infrastruktur kawasan pesisir dan laut.
SIG menilai diversifikasi produk berbasis inovasi akan memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia solusi bahan bangunan terbesar di Indonesia. Di saat yang sama, strategi ini diharapkan mampu membuka peluang pasar baru seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi rendah emisi dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tren Less Waste di Media Sosial: Konten Estetik vs Aksi Nyata, Menang Siapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
-
Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara
-
DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?
-
Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi