Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah Indonesia tidak merespons kritik serta protes dari Malaysia dan Singapura terkait kabut asap lintas batas dengan sikap tersinggung.
Dalam pidato Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 , Dasco menegaskan bahwa kritik keras dari negara tetangga terkait asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RI seharusnya dijawab melalui kerja nyata yang hasilnya dapat diuji secara terbuka.
Ia menilai perhatian serta rekomendasi dari parlemen negara sahabat merupakan masukan berharga yang patut dihargai sebagai bahan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, Ketua Harian Partai Gerindra ini menekankan bahwa Indonesia tidak harus menelan mentah-mentah seluruh penilaian dari pihak luar.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah melindungi masyarakat yang terdampak pencemaran udara serta memperketat penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang bertanggung jawab.
DPR juga mendorong parlemen di kawasan ASEAN untuk duduk bersama guna membangun kerja sama lintas batas yang lebih erat dalam mencegah bencana lingkungan.