/
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 10:06 WIB
Ilustrasi pengantin wanita. Pernikahan diduga terjadi lantaran sang ibu memiliki utang pada kades. Anak perempuannya sekan dijual untuk bayar utang orangtua pada kades. (pixabay/adamkontor)

SuaraBandung.id - Jagat media sosial dibuat heboh dengan adanya muncul konten foto teks, dengan narasi ibu jual anak ke kades untuk bayar utang.

Diduga, masalah sosial tersebut berakhir dengan perkawinan sang kades yang tidak dikehendaki sang anak gadis.

Publik netizen lantas membanjiri unggahan foto teks tersebut. Banyak komentar negatif menilai kejadian tersebut.

Namun, apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi? Berikut adalah konten diduga ibu jual anak demi bayar utang.

Dikutip SuaraJabar.id. seorang kepala desa alias kades dikabarkan menikahi anak perempuan 19 tahun tengah viral dan menjadi sorotan.

Pasalnya, pernikahan bisa terjadi diduga karena sang ibu anak tersebut tak bisa melunasi utang.

Kabar tersebut diketahui dari akun @tanyakanrl di jejaring media sosial Twitter.

Melalui cuitan itu, tersematkan tiga foto yang diunggah. Foto pertama memperlihatkan seorang bapak-bapak yang diyakini si kades berdiri tersenyum.

Di samping kades, seorang gadis berdiri cukup berjarak dengan wajah murung dan lesu.

Baca Juga: Survei: PDIP dan PKS Unggul, Gawat! Elektabilitas Partai NasDem Turun, Gara-gara Mengusung Anies Baswedan?

"Viral istri masih 19 tahun menikah dengan bapak-bapak. Menikah demi uang," tulis keterangan dikutip SuaraJabar.id, Kamis (05/08/2022).

Sementara dalam foto kedua, sejumlah wanita yang diyakini kerabat dan keluarga si gadis ikut berpose bersama dengan senyum yang terpancarkan dari wajah mereka.

Lagi-lagi, gadis itu sama sekali tak tersenyum dan masih tetap memasang wajah datar.

Sementara itu, salah satu warganet dengan akun bernama Dewi Shinto mengungkapkan hal yang diduga kejadian sebenarnya begitu memilukan.

"Gue tahu kisah sebenernya dari gadis itu. Sungguh sedih," ungkap Dewi.

Menurut pengakuannya, ibu dari gadis itu memiliki utang kepada pak kades.

Load More