- BSI bakal naikkan free float ke 15% demi patuhi aturan baru OJK dan dongkrak likuiditas.
- Laba bersih BRIS tahun 2025 melesat 8% menjadi Rp7,57 triliun disokong ekosistem syariah.
- Penyaluran pembiayaan BSI tembus Rp318,84 triliun, tumbuh kuat 14,49% secara tahunan.
Suara.com - Porsi saham publik atau free float PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kini tengah menjadi sorotan pasar. Pasalnya, emiten bank syariah terbesar di Tanah Air ini baru memiliki porsi kepemilikan publik sekitar 10 persen, sementara regulator mulai memperketat aturan main.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengakui bahwa posisi free float perseroan memang menjadi perhatian investor. Namun, rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen dinilai sebagai momentum tepat untuk melakukan aksi korporasi.
"BSI salah satu bank yang memang free float-nya masih jadi sorotan karena baru sekitar 10 persen. Tentu dengan kebijakan yang akan dibawa ke 15 persen, ini bisa menjadi trigger upaya percepatan peningkatan free float BSI bisa segera dieksekusi," ujar Ade Cahyo dalam konferensi pers kinerja 2025 secara virtual, Jumat (6/2/2026).
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas saham BRIS di lantai bursa, mengingat semakin besar porsi saham yang beredar, semakin menarik pula bagi investor strategis.
Di tengah sorotan mengenai porsi saham, BSI justru pamer kinerja keuangan yang kinclong sepanjang tahun 2025. Perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini disokong oleh ekspansi bisnis emas, layanan digital, serta peningkatan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
"BSI menitikberatkan pada consumer banking berbasis Islamic ecosystem. Kami melengkapi segmen Himbara lainnya dengan fokus pada ekosistem syariah," kata Anggoro.
Tak hanya laba, fungsi intermediasi BSI juga menunjukkan performa impresif dimana sektor pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49 persen dibanding periode tahun sebelumnya (Rp278,48 triliun).
Disisi lain Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil menghimpun Rp380,48 triliun, melonjak 16,20 persen dari posisi 2024 yang sebesar Rp327,45 triliun.
Baca Juga: Emiten Komponen Otomotif RI Bidik Pasar Ekspor Timur Tengah
Ke depan, BSI menegaskan tetap konsisten pada jalur pembiayaan konsumer dan ritel. Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan hubungan wholesale korporasi sebagai pintu masuk ke ekosistem rantai pasok (supply chain).
"Strategi tersebut diharapkan memperkuat peran BSI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas penetrasi keuangan syariah di Indonesia," tandas Anggoro.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026
-
Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing