- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan akan mengganti kepengurusan yang tidak maksimal performanya.
- Bahlil menyamakan kader partai seperti striker futsal yang bisa diganti kapan saja demi tujuan mencetak gol.
- Ia menekankan bahwa jabatan di Golkar bukanlah warisan dan dirinya pun siap dievaluasi Presiden.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan tidak akan segan mengganti kepengurusan partainya jika dianggap tidak menunjukkan performa yang maksimal.
Bahlil mengibaratkan semua kader di partai berlambang beringin ini sebagai striker dalam permainan futsal.
“Bahkan mungkin dalam rolling-rolling fraksi, bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita,” kata Bahlil dalam sambutannya saat pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar di DPP Partai Golkar, Jumat (6/2/2026).
“Kita harus cari pemain pengganti, karena di Golkar ini semua striker, seperti main futsal semalam gitu loh,” imbuhnya.
Dalam permainan futsal, lanjut Bahlil, pergantian pemain bisa dilakukan kapan pun. Bahkan, jika pemain baru bermain selama tiga menit namun sudah kelelahan, bisa langsung ditarik keluar lapangan.
Karena tujuan utama dalam permainan futsal sesungguhnya yakni mencetak gol agar tim bisa meraih kemenangan.
“Futsal itu tidak mesti habis pertandingan baru ganti pemain. Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan goal-nya,” jelasnya.
Sehingga, Menteri ESDM itu tidak ingin jika jabatan di Partai Golkar merupakan legacy atau warisan dari orang tua.
“Jadi jangan juga dianggap jabatan ini seperti warisan,” ungkapnya.
Baca Juga: Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia
Bahkan, dirinya bisa saja dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto jika dianggap tidak menunjukkan performa maksimal sebagai menteri.
“Saya pun kalau tidak perform, bisa dievaluasi oleh Presiden. Tapi selama perform, sorry ye,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia
-
Membedah Pemikiran Politik Santri dan Abangan dalam Buku Abdul Munir Mulkhan
-
Dammahum: Potret Religi dan Politik dalam 14 Cerita yang Terhubung
-
Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik