SuaraBandung.id - Untuk para mantan apalagi kekasih gelap, berpikir panjang jika akan menghadiri pesta pernikahan "si dia". Jika salah pehitungan, maka akan bernasib sangat tragis.
Hal itu yang menimpa seorang pengantin wanita, dimana hanya beberapa jam setelah menerima pria sebagai suami di hadapan pendeta, justru bernasib tragis.
Acara malam pertama yang sudah dipersiapkan secara matang, gagal. Malah, semua beruju duka ketika pengantin wanita dinyatakan tewas.
Seperti dikutip dari SuaraJabar.id, mempelai pengantin pria secara sadis membunuh istrinya yang masih mengenakan gaun pengantin.
Pria tersebut menghabisi istrinya di depan tamu setelah beberapa jam menikah tengah menggemparkan dunia maya.
Melansir lama Mirror, pria bernama Stepan Dolgikh (25), membunuh sang istri dengan memukulinya hingga meninggal.
Dolgikh melakukan hal keji tersebut karena percaya bahwa istrinya selingkuh. Dia semakin yakin lantaran kekasih gelapnya itu nekat datang ke acara pernikahan.
Dolgikh disebut telah memukuli sang istri selama pesta pernikahan di sebuah rumah pribadi. Pesta pernikahan berujung duka, lantaran kedatang sang kekasih gelap seperti mencabut nyawa si pengantin wanita.
Dalam peristiwa tragis tersebut, tamu undangan yang ada di sana dilaporkan terlalu takut untuk campur tangan dalam situasi tersebut.
Walaupun demikian, tamu yang ada langsung memberi tahu polisi tentang insiden mengejutkan di desa Prokudskoye, Siberia.
Mayat sang istri, Oksana Poludentseva (36) kemudian dibuang ke jurang oleh Dolgikh yang mabuk pada bulan Oktober saat suami itu tengah cemburu buta.
Akibat perbuatannya itu, Dolgikh pun dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun karena membunuh sang istri di depan para tamu pada hari pernikahan mereka.
Kepala penyelidik Kirill Petrushin mengatakan, "Dia mulai meninju dan menendangnya di luar rumah.
Dia menjambak rambutnya, memukulnya, mendorongnya ke jalan, di mana dia juga terus memukuli tubuh dan kepalanya".
Sebelumnya, Dolgikh sudah memiliki vonis untuk pembunuhan, tetapi berteman dengan Oksna ketika dia di penjara.
Berita Terkait
-
Pengantin Wanita Terpaksa Lakukan Ini karena MUA Lupa Datang di Hari Pernikahan
-
Seserahan Pernikahan Unik, Mulai dari Sembako sampai Bumbu Dapur
-
Heboh! Pria Ini Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Warganet: Proses Memusingkan Diri
-
Viral MUA Lupa Datang saat Pernikahan, Pengantin Wanita Terpaksa Lakukan Ini
-
Fakta-fakta Pembunuhan Sadis di Rokan Hilir, Dibacok Berkali-kali usai 'Dibius' Es Teh
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
5 Tips Tetap Bugar Meski Puasa Saat Menyetir Jarak Jauh saat Mudik Lebaran
-
Ahn Hyo Seop Akan Hadiri Oscar Pertamanya Berkat KPop Demon Hunters
-
5 Rekomendasi Deodoran Tahan Lama, Anti Bau untuk Silaturahmi Lebaran
-
Dari THR ke Gadget Baru: Menemukan Hadiah Diri yang Pas di Bulan Ramadan
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah
-
BRI Pastikan Akses Perbankan Tetap Mudah Selama Libur Idul Fitri 2026
-
Transaksi Tetap Lancar Saat Libur Lebaran, BRI Andalkan BRImo dan Jaringan ATM Nasional
-
BRI Optimalkan 186 Kantor Cabang dan Ekosistem Digital untuk Layanan Lebaran