SuaraBandung.com - Viralnya perseteruan Gus Samsudin dan Pesulap Merah memantik banyak komentar publik. Bahkan lebih dari itu, seorang Perwira Tinggi Polri Brigadir Jenderal Polisi, Krishna Murti harus turun gunung "membongkar kasus" tersebut.
Brigjen Pol Krishna Murti tampak mengomentari satu di antara konten Gus Samsudin yang sedang pamer kekuatan melalui buah kelapa.
Dilihat dari akun instagram pribadinya @krishnamurti_bd91, sang jenderal mengunggah potongan video saat Gus Samsudin.
Dalam unggahan Gus Samsudin, Brigjen Pol Krishna Murti memamerkan trik pengobatan membelah kelapa hingga mengeluarkan lumpur.
Setelah itu, Brigjen Pol Krishna Murti mempertanyakan gelar seorang dukung yang sering disebut orang pintar.
Setelah itu, Brigjen Pol Krishna Murti juga memberikan jawaban untuk orang-orang yang suka mendatangi dukun.
"Kenapa dukun selalu disebut *orang pinter?* ya jawabannya karena yang datang ke dukun pasti orang gu*bl*k," tulis Krishna Murti di keterangan unggahan tersebut.
Dalam video yang diunggah, Gus Samsudin dan beberapa orang terlihat berada di sebuah ruangan.
Di depannya tersedia beberapa alat yang akan digunakan untuk melakukan pengobatan.
Baca Juga: Pengacara Bharada E Ungkap Ada Perintah Habisi Brigadir J, Pemilik Senjata Akhirnya Terungkap
Ada kain putih yang diduga kain mori. Juga ada sesajen.
Gus Samsudin kemudian membuka kain putih tersebut. Di bawahnya tampak kelapa hijau yang masih utuh.
Gus Samsudin lalu mengambil sebilah parang dan membuka kelapa tersebut. Sebelum membuka kelapa, ia terlihat membaca mantra dan meniupkanny ke kelapa beberapa kali.
Setelah terbuka, kelapa tersebut ternyata mengeluarkan warna yang cukup keruh, tak seperti air kelapa pada umumnya.
Bahkan saat dituang ke dalam wadah, air kelapa tersebut juga berisi beberapa barang yang cukup mengerikan. Mulai dari keris kecil, tali pocong, hingga tanah kuburan.
Diduga saat itu Gus Samsudin tengah melakukan pemindahan penyakit ke buah kelapa. Krishna Murti berkomentar jika pengikutnya harus hati-hati berkomentar pada unggahannya.
Berita Terkait
-
Dilaporkan Gus Samsudin, Pesulap Merah Santai Banget: Kalau Saya Salah, Ya Buktikan
-
Si Pesulap Merah Marcel Radhival Punya Abang Kandung Seorang Ustaz, Nikita Mirzani: Percaya Kepada Agama Masing-masing
-
Reaksi Santai Pesulap Merah Dilaporkan Gus Samsudin: Yang Sudah-Sudah Sih Nggak Diterusin
-
Brigjen Pol Krishna Murti Pamerkan 'Kesaktian' Gus Samsudin, Publik: gak Takut Dilaporkan ke Polisi Juga?
-
Babak Baru Perseteruan Gus Samsudin vs Pesulap Merah, Pengacara Laporkan Marcel ke Polda Jatim
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara