/
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:13 WIB
Ilustrasi pelayanan di BPJS Kesehatan. Seorang anak berusia tujuh tahun penderita gizi buruk meninggal dunia akibat orantuanya tidak memiliki BPJS Kesehatan. (Suara.com)

SuaraBandung.id - Kebijakan BPJS Kesehatan kembali makan korban jiwa. Seorang anak di Cianjur harus meniggal akibat gizi buruk.

Sang ibu yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki BPJS sebagaimana kebijakan yang seharusnya sebagai pekerja.

Akibat dari tak memiliki BPJS, sang ibu harus kehilangan buah hatinya yang berusia 7 tahun lantaran mengalami gizi buruk. 

Korban meninggal, berusia 7 tahun bernama Amira ini tak bisa lagi diselamatkan, lantaran kondisinya terus drop.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur malah mempertanyakan kenapa ibu korban, Ipah Masripah (23) bekerja sebagai buruh di PT Pou Yen, sampai tidak memiliki BPJS Kesehatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengatakan, seharunya buruh pabrik memiliki BPJS Kesehatan.

“Seharusnya sih punya BPJS ya kalau buruh pabrik, tapi saya tidak tahu persis regulasinya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengutip dari SuaraJabar.id.

Orang tua Amira bekerja sebagai buruh pabrik di PT Pou Yen yang berlokasi di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Sukalayu, Kabupaten Cianjur.

“Saya dapat informasi tersebut dari Kepala Puskesmas Mande yang menangani Amira,” ucap Irvan.

Baca Juga: Tolak Rujuk Dan Ancam Pakai Parang, Suami di Toraja Bacok Istrinya Sendiri

Terkait hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Endan mengatakan, seharausnya setiap buruh pabrik harus mendapatkan BPJS ketenagakerjaan dan juga kesehatan.

“Kalau memang terbukti tidak memiliki BPJS kesehatan salah satu karyawan pabrik itu, maka bisa dilaporkan ke pengawas di Provinsi Jabar,”

Sebelumnya, Amira hembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSUD Sayang Cianjur, Rabu, 10 Agustus 2022. 

Amira berasal Kampung Singareret RT 03/03, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur itu dinyatakan gizi buruk karena berat badannya yang hanya 4 kilogram.

Dehidrasi parah, dan adanya penyakit penyerta infeksi paru-paru membuat kondisi Amira tak kunjung membaik.

Load More