SuaraBandung.id – Semua amal perbuatan yang dilakukan manusia semasa hidup di dunia akan dipertanggungjawabkan kelak di hari penghakiman.
Dalam salah satu kajian, Gus Baha menyampaikan bahwa ada dua golongan manusia, yang akan mendapatkan siksaan berat di hari kiamat.
Lantas, siapakah dua golongan tersebut?
Dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Berkah Nyantri, Jumat (2/9/2022), berikut ulasannya.
Menurut Gus Baha, golongan orang yang siksaannya berat adalah mereka tidak terlihat seperti seorang ahli maksiat, namun mereka tampak seperti seorang ahli ibadah.
Sehingga orang-orang disekitarnya, menilai mereka sebagai orang yang beriman.
Padahal hakikatnya dia tidak punya kebaikan, seumpama orang sekarang sebutannya tebar pesona.
“Kesannya baik padahal tidak ada kebaikannya, kesannya shaleh padahal sebenarnya tidak shaleh sama sekali, hanya modus,” ucap Gus Baha.
Golongan tersebut, pernah disabdakan Rasulullah SAW, mereka adalah golongan yang riya’ dan munafik dalam beribadah.
Baca Juga: Profil Rudy Salim, Crazy Rich yang Beri Suntikan Modal pada Pesulap Merah
“Nabi bersabda, ‘Sejelek-jeleknya siksaan, siksaan yang paling dahsyat di hari kiamat itu, untuk orang yang memperlihatkan kebaikannya kepada orang lain’,” ucap Gus Baha.
Golongan orang-orang tersebut beribadah semata-mata hanya untuk diperlihatkan dan dipuji oleh manusia bukan ikhlas taat kepada Allah SWT.
Orang tersebut merupakan orang munafik, tegas Gus Baha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Tragedi Rel Kereta: 16 Nyawa Melayang, KAI Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Jalur Terlarang
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Ariawan Gunadi Tegaskan Gugatan Salah Sasaran dalam Sengketa NCD
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa
-
Pamer Naik MRT, Widi Mulia Sindir Gubernur Kaltim Soal Mobil Dinas Rp8,5 M
-
Akui Dongkol, Dewi Perssik Tolak Inara Rusli Jadi Bintang Tamu Pagi-Pagi Ambyar
-
Pilihan Bijak Tri, Dorong Generasi Muda Kreatif di Bulan Ramadan