- DPP IMM menyatakan pembelian 1.098 sapi kurban oleh Presiden Prabowo pada Idul Adha 1447H sah secara hukum dan syariah.
- Dana pengadaan sapi tersebut berasal dari skema bantuan kemasyarakatan presiden yang resmi dalam sistem keuangan negara Indonesia.
- Program nasional ini memberikan dampak positif bagi pemerataan bantuan sosial serta meningkatkan perekonomian para peternak sapi lokal.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) meminta pembelian 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 1447H, tidak perlu diperdebatkan, apalagi dijadikan polemik politik.
Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM, Ari Aprian Harahap menilai, polemik mengenai sumber dana bantuan sapi kurban Presiden Prabowo tersebut merupakan reaksi berlebihan.
Ari mengatakan, penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban melalui skema bantuan presiden merupakan hal yang sah, baik secara hukum maupun syariah.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang menganggap ada ketidakwajaran dalam pengalokasian anggaran tersebut.
“Pembelian hewan kurban ini adalah bagian bantuan kemasyarakatan presiden atau banmaspres yang memang resmi dalam sistem keuangan nasional. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan," kata Ari, Kamis (28/5/2026).
Bukan pencitraan
Dalam tata kelola keuangan negara, banmaspres adalah instrumen yang memungkinkan negara hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai momentum penting, termasuk hari besar keagamaan.
Ari menjelaskan, pengadaan sapi kurban ini bukan merupakan bentuk pencitraan pribadi, melainkan implementasi dari kebijakan negara yang sudah diatur dalam koridor hukum yang berlaku.
Menurutnya, bantuan tersebut justru mencerminkan kehadiran negara dalam membantu masyarakat dan kepedulian sosial, khususnya pada momentum keagamaan.
Baca Juga: PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
Bagi kelompok masyarakat di pelosok daerah yang jarang mendapatkan akses daging kurban berkualitas, distribusi sapi dari presiden ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memperhatikan kebutuhan spiritual dan nutrisi warganya.
Ari menegaskan, bantuan itu bukan berasal dari dana pribadi presiden yang kemudian diklaim sebagai bantuan personal.
Ketegasan ini penting untuk menghindari narasi yang menyesatkan, bahwa presiden menggunakan dana publik untuk kepentingan popularitas individu.
“Perlu digarisbawahi, sapi-sapi itu bukan dibeli memakai uang pribadi Prabowo yang kemudian. Disebut sebagai bantuan pribadi," kata dia.
Dampak Ekonomi bagi Peternak Lokal
Selain aspek hukum dan syariah, DPP IMM juga menyoroti dimensi ekonomi dari kebijakan ini.
Tag
Berita Terkait
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park
-
Demi Kurban, Dewi Perssik Rela Sewa Private Jet dari Kalimantan ke Jakarta!
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi
-
Gaya Pede Walkot New York Zohran Mamdani Pakai Gamis Arsenal saat Salat Idul Adha
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban