SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajian, Gus Baha mengungkapkan mengenai hukum musik dalam pandangan Islam.
Hukum musik dalam pandangan Islam, sempat ramai dibicirakan.
Sebagian ulama mengatakan haram jika mendengarkan musik, namun ulama lain tidak melarang umat muslim untuk mendengarkan musik.
Lalu bagaimana hukum musik dalam pandangan Islam menurut Gus Baha?
Seperti dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Berkah Nyantri, Jumat (9/9/2022), berikut ulasannya.
Dalam salah satu kajian Gus Baha menyampaikan, Imam Nawawi pernah berpendapat bahwa musik itu haram, karena menjadi simbol orang fasik.
Lalu, Gus Baha menjelaskan, bahwa pendekatan yang tepat untuk persoalan ini, sebenarnya bukan dari aspek hukumnya, tetapi dari aspek asbabun nuzul-nya.
Hukum dalam melakukan sesuatu di dalam Islam, lebih kepada berdasarkan pertimbangan manfaat dan mudharatnya.
Sementara musik dalam hal ini, tidak selalu mendatangkan mudharat, bahka dapat menciptakan kebermanfaatan.
“Misalkan, ada yang menganggap bahwa musik bisa melalaikan manusia dari Allah, tapi ternayata ada juga musik yang justru dipakai sholawatan, kan jadi bingung mau menghukuminya,” ucap Gus Baha.
Maka dari itu, ulama dari dulu bingung apabila menghadapi persoalan mengenai musik.
Sedangkan kata Imam Nawawi, “Kamu kalau ditanya gitar bilang saja haram, bagaimanapun, sudah jadi simbolnya orang fasik, ditanya orgen bilang saja haram, bagaimanapun setiap orang fasik main orgen,” ucap Gus Baha.
Tetapi ada salah satu murid Imam Nawawi yang bertanya, “Bagaimana jika ada orang pakai orgen tapi bersholawat lalu menangis ingat Tuhan?”
Lalu Imam Nawawi menjawab, “Kalau ada yang begitu ya biarkan,” ucap Gus Baha.
Selanjutnya, Gus Baha berpesan, bahwa meskipun Imam Nawawi mengatakan bahwa musik itu haram, harus dilihat dari sisi lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?