/
Sabtu, 10 September 2022 | 09:41 WIB
Gelombang massa mahasiswa mengepun DPRD Jabar. Sayangnya tak ada satupun angora DPRD Jabar datang menemui mereka. Hingga akhirnya ada satu orang menghadapi dan membubarkan mahasiswa. (Instagram @beritakotabandung)

SuaraBandung.id – Pada ke mana para anggota DPRD Jawa Barat di saat mahasiswa datang untuk menyuarakan aspirasi pada Jumat 9 September 2022.
 
Mungkin hal itu yang ada dalam pikiran mereka saat berunjuk rasa menolak harga BBM Subsidi naik.
 
Massa mahasiswa sampai harus hujan-hujanan menunggu wakil rakyat yang mereka pilih saat pemilu datang menemui mereka.
 
Gelombang massa ini tak banyak mau. Mahasiswa hanya ingin aspirasi didengar, yakni wakil rakyat mau satu suara, menolak harga BBM naik.
 
Namun, aksi hujan-hujanan ratusan demonstran di depan pintu gerbang Gedung DPRD Jabar tidak didengar.
 
Bahkan pagar gedung rakyat yang dibangun dari uang rakyat, untuk tempat wakil rakyat cari cuan ini tertutup rapat.
 
Mereka bahkan menunggu siapa anggota DPRD Jabar yang satu suara dengan mereka, akan tetapi tak kunjung datang.
 
Aksi mereka akhirnya terbayarkan. Hanya ada satu orang wakil rakyat datang menemui massa.
 
Dia adalah Ir. H. Asep Arwin Kotsara, M.Eng asal Dapil VIII Depok Bekasi dari fraksi PKS.
 
Dan dialog Asep dengan mahasiswa tersebut berhasil membubarkan massa aksi tanpa ada otot-ototan apalagi saling dorong.
 
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 19.15 WIB, pintu berjeruji mulai dibuka. Tak lama petugas keamanan pulang.
 
Massa aksi bubar seketika lantaran sudah membangun kesepakatan dengan orang PKS itu.
 
Asep berjanji membuka ruang diskusi terbuka, antara Aliansi Bandung Bergerak dengan pimpinan DPRD Jawa Barat.  
 
Pertemuan lanjutan akan dilakukan pada Rabu 14 September 2022.
 
"Saya berjanji mempertemukan kalian (massa aksi mahasiswa) dengan pimpinan kami,” kata Asep.
 
“Kita diskusikan tuntutan kalian (kalian), sekarang hari Jumat, besok dan Minggu Libur, nanti Saya jadwalkan hari Rabu," janji Asep pada mahasiswa.
 
Asep mendatangi massa aksi sekitar 18.00 WIB. Dia mengaku paham dengan aksi yang digelar mahasiswa yang berhimpun dalam Aliansi Bandung Bergerak.
 
Sebelum orang PKS datang menemui mahasiswa, mahasiswa tak memperdulikan hujan yang terjadi sejak siang hari.
 
Bahkan mahasiswa sempat melakukan aksi dorong-dorongan dengan petugas. Taka da satupun anggota DPRD Jabar yang datang, mahasiswa lantas berjanji akan menginap di luar Gedung yang mereka dibangun dari uang rakyat.

Load More