SuaraBandung.id - Rupanya istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tak mampu menyembunyikan perasaannya pada Brigadir J.
Dia sempat meminta ajudan suaminya untuk mempertemukannya dengan Brigadir J.
Keinginan Putri Candrawathi ini terlaksana. Ajudan sang suami, Bripka RR menjadi saksi adanya pertemuan sekitar 15 menit antara Brigadir J dan Putri Candrawathi.
Dalam pertemuan 15 menit di dalam kamar, istri Ferdy Sambo berada di atas ranjangnya.
Sementara posisi Brigadir J dinilai tidak biasa, yakni duduk bersila di bawah ranjang.
Hal tersebut terlihat jelas dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di dua TKP, yakni Saguling dan Duren Tiga, Jakarta.
Cerita pertemuan Brigadir J dan Putri Candrawathi ini diungkap Bripka RR. Saat itu Bripka RR memang mendapat perintah dari istri Ferdy Sambo untuk memanggil Brigadir J.
Lantaran tak mengetahui kejadian apa yang sebelumnya terjadi, polisi bernama lengkap
Bripka Ricky Rizal ini menurut saja.
Akan tetapi, semua itu harus diakhiri dengan sebuah penyesalan. Bripka RR tegas menolak permintaan Jenderal Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Baca Juga: Pahala Terus Mengalir Meski Telah Meninggal, Ini dia Jenis Sedekah Jariah dan Keutamaannya
Namun semua sudah terjadi, Bripka RR sudah ditetapkan menjadi satu di antara tersangka pembunuhan Brigadir J.
Dari pengakuan Bripka RR lah terungkap adanya pertemuan terakhir di dalam kamar istri Ferdy Sambo.
Saat itu, dikatakan Bripka RR melalui pengacaranya, Erman Umar, jika Putri Candrawathi meminta Bripka RR memanggil Brigadir J.
Selain itu, Bripka RR juga menyaksikan adanya pertengkaran Kuat Ma'ruf dengan Brigadir J.
Saat itu, Bripka RR mengaku sangat khawatir dengan ketegangan Brigadir J dan Kuat Ma’ruf.
Ketika itu, Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata Brigadir J.
Sejatinya, Bripka RR sempat bertanya kepada Brigadir J soal ketegangan yang dilihatnya.
Namun, Brigadir J tidak menjawab pasti. Brigadir J tidak tahu kenapa Kuat Ma'ruf tiba-tiba marah.
Kemudian, setelah keadaan lebih tenang, Brigadir J menemui Putri Candrawathi.
Bripka RR ketika itu hanya melihat Brigadir J duduk di lantai, sementara PC berbaring.
Diperkirakan kata Bripka RR, pertemuan keduanya kurang lebih 15 menit.
Pemeriksaan lie detector sia-sia
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan jika hasil lie detector bukanlah alat bukti untuk dijadikan acuan. “Lie detector itu bukan alat bukti,” kata Kamaruddin Simanjuntak.
Lebih jauh Kamaruddin Simanjuntak mengomentari gerak-gerik Polri yang diduga seolah membantu menutupi kebohongan Ferdy Sambo.
Hal itu jelas Kamaruddin Simanjuntak, terlihat dari tidak diumumkannya hasil uji kebohongan Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Melihat tingkah Polri, Kamaruddin Simanjuntak menilai akan menjadi masalah baru dalam transparansi.
Jika melihat hasil yang tidak dipublikasikan, Kamaruddin mencurigai kedua tersangka tersebut terbukti berbohong.
Dugaan itu kata dia merujuk pada hasil tes Bharada Richard Eliezer atau Bharad E dan Bripka Ricky Rizal (RR).
Hasil pemeriksaan mereka dikatakan Kamaruddin Simanjuntak, dengan entengnya dibuka begitu saja tanpa ada kendala apapun.
Namun, saat Ferdy Sambo dan istrinya melakukan tes yang sama, mendadak hasil tes poligraf hanya boleh jadi bahan untuk penyidik dengan alasan pro justitia.
"Kenapa Bharada E sama Bripka RR diungkap? Kenapa hasil punya Ferdy Sambo dan Putri tidak diungkap?" tanya Kamaruddin.
Lantas Kamaruddin Simanjuntak menduga jika hasil yang dimiliki Ferdy Sambo dan istrinya, diduga penuh kebohongan.
"Ada kemungkinan hasilnya berbohong. Kan begitu. Mungkin hasilnya tak memuaskan jadi ditutupi," ujar dia lagi.
Berita Terkait
-
Kesaktian Ferdy Sambo Tidak Ada yang Bisa Menandingi, Pengacara Brigadir J Sebut Percuma Pakai Lie Detector
-
Reaksi Kuat Maruf Paling Beda, Bripka RR Lihat Ada Ketegangan dan Kepanikan Sambil Bawa Pisau
-
Siapa Bohong? Susi Melihat dan Mendengar, Istri Ferdy Sambo Mengaku Saat Dibegitukan Brigadir J Tak Ada Orang
-
'Seksinya' Istri Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Surat Cinta Deolipa Yumara untuk Jokowi dan Kapolri: Dua Nama Jenderal Copot dari Jabatan
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Gentayangan karya Intan Paramaditha: Menjadi "Cewek Bandel" di Balik Pilihan Sulit
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Basa-Basi Digital yang Hampa Bikin Silaturahmi Terasa Capek dan Melelahkan
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Terpopuler: Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Tradisi yang Dilakukan Setelah Hari Raya Idulfitri