/
Kamis, 15 September 2022 | 19:12 WIB
Permadi Arya mendoakan Palestina dan Amat kristen di Cilegon. (@permadiaktivis2)

SuaraBandung.id – Kawan sejawat Eko Kuntadhi dan Denny Siregar, Abu Janda pamer pose foto sedang berdoa dengan latar Masjid Al-Aqsa.
 
Bukan itu saja, Abu Janda pun pamer doa yang ditujukan untuk Palestina dan warga minoritas di Cilegon.
 
Sama seperti biasanya, Abu Janda memainkan isu yang tak jauh dari persoalan agama.
 
Dia dengan entengnya mendoakan warga Palestina dan minoritas Cilegon dengan menyinggung mereka yang berpeci.
 
Pria yang punya nama Permadi Arya menyinggung adanya penolakkan pembangunan gereja di Kota Cilegon, Banten, Jawa Barat.
 
Melalui akun Instagramnya, Abu Janda mengungkit masalah tersebut dengan pose berdoa.
 
Abu Janda yang terlihat mengenakan peci putih berpose layaknya orang sedang berdoa.
 
Dia menuliskan dalam keterangan captionnya, dengan sindiran pada kelompok yang melakukan penolakan terhadap pembangunan gereja di Cilegon.
 
"Manusia-manusia bergamis peci putih yang kemarin teriak keras nolak pembangunan gereja di Cilegon. Biasanya paling keras juga teriak bebaskan Palestina,"kata Abu Janda.
 
"Gak ngaca, nolak penjajahan, tapi di negeri sendiri jadi penjajah ke umat minoritas," kata Abu Janda.
 
Abu Janda mendoakan umat Kristen di Cilegon bisa segera mendapat haknya beribadah di wilayah Cilegon.
 
"Ya Allah, di tempat sucimu ini saya berdoa kepadamu. Merdekakanlah umat minoritas beribadah di Kota Cilegon sebelum kau memerdekakan Palestina, Amin ya rabbalamin," tandas Abu Janda.
 
Perlu diketahui diberitakan sebelumnya gelombang penolakan terhadap pembangunan gereja di Kota Cilegon, tepatnya di daerah Sumur Wuluh, Cikuasa, Desa Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten semakin panas.
 
Berdasarkan pantauan SuaraBanten.id jaringan SuaraJawaTengah.id pada hari Rabu (7/9/2022) puluhan orang memadati gedung DPRD kota Cilegon untuk melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Cilegon Isro Mi'raj terkait penolakan pembangunan gereja tersebut.
 
Bahkan warga akan mengancam Walikota Cilegon Helldy Agustian diturunkan dari jabatannya jika tetap memberikan izin pendirian rumah ibadah tersebut di kota Cilegon.
 
Selain itu, puluhan orang juga tampak membawa kain kafan sepanjang 2 meter untuk menandatangani penolakan pembangunan gereja tersebut.
 
Satu persatu dari mereka yang hadir, para kasepuhan, ustadz, kiai dan ustaadzah serta masyarakat Cilegon juga menandatangani kain kafan itu sebagai bentuk penolakan pembangunan rumah ibadah di kota mereka. 
 
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
 
 

Load More