/
Kamis, 15 September 2022 | 10:30 WIB
Ilustrasi Permadi Arya Abu Janda (ANTARA/Livia Kristianti)

Selebtek.suara.com – Hacker Bjorka sering membocorkan informasi pribadi masyarakat Indonesia. Kali ini sosok yang masih belum diketahui itu membeberkan data penggiat media sosial Permadi Arya atau lebih dikenal sebagai Abu Janda.

Melalui channel Telegram-nya, Bjorka membocorkan sejumlah data dari sahabat Denny Siregar tersebut. 

Beberapa datanya mencangkup nomor telepon, nama, gender, nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (KK), alamat, tempat tanggal lahir, pekerjaan, pendidikan, agama, golongan darah, status pernikahan, status keluarga, nama ibu, nama ayah, hingga nomor sertifikat vaksin.

Bjorka juga mengatakan sebenarnya tak kenal dengan sosok Abu Janda. Namun banyak orang yang memintanya untuk membocorkan data Abu Janda.

"Yah, saya tidak tahu siapa orang ini. Tetapi sejak banyak orang menanyakan soal Permadi Arya, ini untuk kalian," ujar Bjorka melalui  akun telegramnya yang dikutip pada Rabu (14/9/2022).

Kemudian ia baru menyadari jika Permadi Arya adalah sahabat Denny Siregar.

"Keduanya hidup dari uang pajak orang Indonesia tetapi menggunakan internet untuk memecah belah masyarakat," lanjut Bjorka.

Mengetahui datanya dibocorkan, Abu Janda pun marah-marah. Ia melakukan serangan balik di akun Instagramnya.

"Setelah bang Denny Siregar, Bjorka menyerang dan membocorkan data pribadi saya. Yang saya heran kenapa Bjorka tidak pernah menargetkan tokoh radikal seperti Habib Rizieq dan Habib Bahar," ucap Abu Janda.

Baca Juga: Hotman Paris Belum Siap Punya Menantu: Punya Aspri Cantik, Tiba-tiba Aku Punya Cucu, Opung

"Padahal semua orang waras juga tahu kelompok itu tukang onar yang sebenarnya pencipta polarisasi. Bukan saya dan Denny Siregar," sambungnya.

Ia juga tak terima jika dituduh memakan pajak. Abu Janda membeberkan alasannya dan Denny Siregar aktif di media sosial.

"Saya tidak pernah makan uang pajak, video cerita saya influencer yang dibayar pada waktu pilpres dipotong," jelasnya.

"Saya menjelaskan bahwa tim kampanye tersebut telah dibubarkan pasca pilpres. Tidak ada lagi buzzer bayaran pemerintah," tegas Abu Janda. (*)

Load More