/
Kamis, 22 September 2022 | 14:27 WIB
Bharada E saat rekonstruksi penembakan Brigadir J. Setelah mendapat perintah menembak dari Ferdy Sambo, Bharada E mengaku sempat berdoa. (dok polri)

SuaraBandung.id - Ada cerita yang mengejutkan sebelum Bharada E menembak Brigadir J di Duren Tiga pada Jumat, (8/7/2022).

Ketika itu Bharada E mengaku sangat gelisah tentang apa yang akan terjadi. Kegelisahan Bharada E ini sangat dirasakan ketika perjalanan dari Saguling III menuju Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Di Duren Tiga ini lah Bharada E menjalankan semua perintah Ferdy Sambo, yakni menembak Brigadir J.

Richard Eliezer atau Bharada E buka-bukaan pada kuasa hukumnya, Ronny Talapessy.

Bharada E mengatakan ada ketidakpercayaan jika dirinya harus menembak Brigadir J di Duren Tiga.

Ronny Talapessy mengatakan, sebelum mengeksekusi Brigadir J, Bharada E sempat masuk toilet untuk berdoa. 

Tahu rencana pembunuhan

Kolase tersangka pembunuh Brigadir J, Bharada E. Disebutkan Mika saat ini Bharada E dalam bahada. (sumber: Instagram @kadivpropam/ist)

Bharada E melalui Ronny Talapessy mengaku, jika dirinya sudah mengetahui adanya rencana menembak Brigadir J sejak dari Saguling III, Jakarta Selatan.

Kepada Ronny Talapessy, Bharada E mengaku telah mengetahui rencana penembakan Brigadir J.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Dana Puluhan Triliun untuk Gaji PPPK tahun 2023

Hal itu diketahui Bharada E sejak di rumah Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.  

Setelah mendapat perintah menembak dari Ferdy Sambo, Bharada E mengaku sempat berdoa.

Ronny Talapessy menjelaskan semua dilakukan saat kliennya mengetahui rencana penembakan Brigadir J.

Bharada E saat itu pergi ke toilet dan berdoa sebelum berangkat ke rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.

Saat itu, Bharada E dipanggil ke lantai tiga rumah Saguling. Di sana dia disuruh menembak Brigadir J.

"Bharada E (tersangka penembak Brigadir J) dipanggil ke lantai tiga oleh Bripka RR (Ricky Rizal)," kata Ronny Talapessy menjelaskan.

Load More