SuaraBandung.id - Seorang santri bertanya kepada Buya Yahya tentang makna terdalam dari arti sebuah kebarokahan, ia juga bertanya bagaimana cara agar santri mendapatkan keberkahan dari seorang guru ataupun ustaz.
Buya Yahya kemudian menjawab pertanyaan itu, ia mengatakan bahwa barokah menurut ulama adalah ziyadatul khair.
Buya Yahya menerangkan bahwa ziyadatul khair itu artinya kebaikan yang lebih. Sesuatu yang secara dzahir nilainya sama antara satu orang dengan orang lainnya, tetapi apabila satu orang itu berkah maka kebaikan yang didapat oleh orang tersebut tidak diduga jauh lebih banyak.
"dzohirnya sama, ada orang gaji 1 juta rupiah perbulan, ia tidak punya anak, hidup berdua, satu lagi sama hidup berdua, 1 juta rupiah, sama, punya anak tiga, tapi yang nggak punya anak tu compang-camping, pusing dia, ngutang terus tuh karena gak berkah," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya mengatakan bahwa berkah itu berlaku juga bagi para santri.
"seorang santri tinggal di pondok 4 tahun, cuman 4 tahunnya itu 4 tahun dengan penuh ketawadhu'an, khidmah kepada temannya, khidmah kepada gurunya, maka empat tahun ini berbeda dengan temennya, empat tahun tapi di pondok ongkang-ongkang," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya menjelaskan bahwa santri yang tidak senang berkhidmah tidak mendapatkan keberkahan, walaupun santri itu senang menghafal dan rajin Belajar.
Sementara itu, santri yang mendapatkan keberkahan akan mudah ilmunya untuk diajarkan kepada orang dan orang yang mendengarkannya akan senang sehingga dapat mudah menyebarkan dakwah.
"mudah menyebarkan dakwah karena berkah, dari suatu berkah, berkah itu adalah tambahan yang tidak terlihat tapi pada akhirnya kita rasakan," Buya Yahya mengatakan.
Baca Juga: Bukan Malam Jumat, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Waktu Sunnah Terbaik Berhubungan Intim Suami Istri
Buya Yahya pun mengingatkan agar melakukan koreksi diri sendiri, ia mengatakan bahwa apabila seseorang hidupnya selalu susah maka bisa jadi itu karena hidupnya tidak berkah. Hal itu bisa disebabkan karena pekerjaannya yang kurang halal ataupun hidupnya yang tidak beraturan.
"tapi kalau berkah ya kelihatannya sedikit tapi cukup, dipakai apa saja cukup, cukup dan cukup itu namanya barokah, belum lagi keberkahan itu didapat di akhirat," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menjelaskan tentang keberkahan itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouToube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 11 Mei 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!