/
Senin, 03 Oktober 2022 | 13:12 WIB
kajian Gus Baha (TikTok)

SuaraBandung.id - Nabi Muhammad memperoleh anugerah dari Allah SWT berupa kemuliaan. Kemuliaan dari Allah itu tidak membutuhkan legitimasi terkait tanggal ketika nabi dilahirkan.

Gus Baha pernah menjelaskan tentang hal itu dalam satu ceramahnya.

Dilansir SuaraBandung.id dari akun twitter @gayengco, berikut ulasannya.

Gus Baha pernah mengatakan bahwa ulama tidak ingin ada stigma dalam masyarakat tentang hari kelahiran atau kematian seseorang.

"Imam Bukhori meninggalnya malam Sabtu, jadi ulama-ulama itu sengaja, dia kepingin orang tuh ndak stigma (pada hari selain jumat)," ungkap Gus Baha.

Kemudian Gus Baha pun menjelaskan bahwa tidak harus semua orang saleh itu meninggal pada hari Jumat.

"Kalau misalnya orang saleh, meninggalnya hari jumat semua, kalau melihat kamu mati hari selasa atau rabu, wah (berarti orang) nggak jelas," jelas Gus Baha disambut tawa pendengarnya.

Lalu Gus Baha mengatakan bahwa Nabi Muhammad pun tidak dilahirkan pada bulan-bulan tertentu seperti bulan ramadhan, rajab, ataupun muharram.

"Kanjeng nabi yo unik, nabi yo, bulan yang mulia apa. Ramadhan kan, afdhol meneh (mulia lagi) rajab, afdhol meneh sura (muharram). Tapi nabi lahirnya tuh tidak di bulan yang mulia. Malah mulud (bulan rabi'ul awwal)," kata Gus Baha.

Baca Juga: Perbedaan Pendapat, Makmum Menunggu Salam Kedua Imam Terlalu Lama, Gus Baha: Sama Bermutunya

Gus Baha menjelaskan bahwa hal itu karena Allah ingin kemuliaan nabi tidak tergantung pada tanggal kelahiran ataupun bulan kelahiran.

"Kenapa Allah ndak milihkan orang terbaiknya di bulan terbaik, misale ramadhan. Karena Allah kepingin mulianya nabi itu karena dzat nya nabi, tidak tergantung tanggal kelahiran atau bulan kelahiran," jelas Gus Baha.

Setelah itu, Gus Baha memberikan contoh pandangan di masyarakat yang sering mengaitkan kemuliaan seseorang dengan tanggal kelahiran orang tersebut..

"lah umpomo nabi lahire bulan ramadhan, pasti orang gini, wah kanjeng nabi wong hebat, buktine lahire ramadhan. Artinya hebatnya nabi diperkuat ramadhdan, itu bahaya," kata Gus Baha.

Gus Baha lalu menegaskan bahwa nabi Muhammad sudah memiliki keindahan dan kemuliaan dzatnya, sehingga tidak membutuhkan legitimasi terkait tanggal kelahirannya.

"Bahayanya adalah, nabi itu sudah indah min haisu dzaatu, jadi nggak perlu butuh legitimasi hari dan tanggal," pungkas Gus Baha.

Load More