SuaraBandung.id - Eko Arianto sudah memiliki tiket. Dia memang niat benar untuk menyaksikan pertandingan Arema vs Persebaya.
Namun pada akhirnya, Eko tidak masuk stadion untuk menyaksikan laga Arema vs Persebaya.
Dia memilih untuk menikmati malam dan gemuruh Aramenia dari luar stadion
Eko lebih memilih menikmati suasana malam itu dengan menyeduh kopi yang ada di kios tak jauh dari stadion.
Tak lama dari sana, Eko mendengar suara menggelegar dari dalam Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.
Semua yang ada di sekitaran Eko mendadak terdiam.
Saling tatap, dan akhirnya gelombang kemarahan dan ketakutan terasa kuat dari dalam stadion.
Saat itu Eko berhenti memberikan kesaksian tentang malam tragis itu.
Tubuhnya melunglai hingga rebah di pangkuan Yuli yang ada di sampingnya.
Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, Kiper Persib Bandung Harap Bisa Cepat Pulih
“Gak kuat aku mas,” tuturnya.
Aremania dari distrik Dau itu menangis meraung-raung.
Yuli Sumpil lantas mengusap-usap punggungnya, menenangkan.
“Yang kuat… gak apa-apa, ceritakan saja,” kata Yuli.
Eko dan Yuli hadir sebagai saksi dalam konferensi pers Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tidak Kekerasan, Malang, Senin 3 Oktober 2022.
Mereka adalah penyintas tragedi Kanjuruhan dua hari sebelumnya, yang mengakibatkan ratusan Aremania meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Sulitnya Membaca Hikmah Tragedi Kanjuruhan, Tak Sanggup Menahan Tendangan dan Pentungan, Tubuh Wanita dan Anak Bertumpuk Meregang Nyawa
-
Pelatih dan Pemain Persib Bandung Ungkap Doa untuk Korban Insiden Kanjuruhan Malang
-
Simpang Siur, Kapolri Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Berjumlah 125 Jiwa
-
Tragedi Kanjuruhan Malang, Bonek Berharap Adanya Evaluasi dan Pembenahan Semua Pihak
-
Buntut Kericuhan Kanjuruhan, PSSI Pastikan Arema FC Terima Sanksi Berat!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
5 Jenis Hewan yang Layak Dijadikan Kurban, Ini Ciri-cirinya
-
Selamat Jalan Legenda, James F. Sundah Pencipta Lagu Lilin Lilin Kecil Meninggal di New York
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Masjid Baiturrahman, Tempat Melepas Penat di Tengah Kesibukan Kota Semarang
-
Apakah Istri Selingkuh Wajib Diceraikan? Begini Hukumnya Menurut Islam
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Nobar Film "Pesta Babi" di Unram Dibubarkan, Wakil Rektor: Saya Hanya Menjalankan Perintah
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan