/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:30 WIB
Ilustrasi gas air mata (pexels.com/lil artsy)

SuaraBandung.id – Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan Malang kembali terulang. Tragedi tersebut menewaskan 131 jiwa.

Tragedi bermula pada saat usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Usai pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Arema FC, suporter Aremania beberapa turun ke lapangan.

Kericuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Tembakan ga air mata tersebut membuat suporter yang ada di tribun panik dan berdesak-desakan keluar pintu stadion.

Namun, sayang akibat kerusuhan tersebut 131 orang meninggal dunia, dan ini menjadi luka yang mendalam bagi sepakbola Indonesia.

Namun, saat ini gas air mata kembali merenggut nyawa seorang suporter di Argentina.

Baca Juga: Ditengah Jeda Kompetisi Liga 1, Tiga Pemain Persib Bandung Dapat Surat Panggilan

Satu orang suporter berusia 57 tahun bernama Cesar Regueiro meninggal dunia akibat tindakan represi aparat kepolisian saat kisruh pertandingan antara Gimnasia vs Boca Juniors di Liga Argentina. 

Mengutip dari laporan Tyc Sports, korban tewas ditemukan di pintu keluar stadion saat pecah rusuh antar suporter di Stadion Juan Carmelo Zerillo, La Plata, Argentina, pada Jumat (7/10/2022).

Penyebab tewasnya korban akibat serangan jantung kemudian dibenarkan oleh Menteri Keamanan Buenos Aires, Sergio Berni. Menurut Berni, korban tewas akibat serangan jantung di luar stadion. 

Namun, pernyataan dari pemerintah ini dibantah oleh sejumlah pendukung Boca dan Gimnasia.

Menurut mereka, ada faktor kekerasan aparat dan tembakan gas air mata yang membuat suporter menjadi panik dan sebabkan jatuhnya korban jiwa. 

Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan bahwa masih ada tiga orang lagi di rumah sakit yang saat ini dalam kondisi kritis. 

Sumber: blitz.suara.com

Load More