SuaraBandung.id - Tak diduga apa yang menjadi kebijakan FIFA dalam menyikapi tragedi mematikan di kandang Arema Stadion Kanjuruhan.
Meski 131 nyawa melayang terbunuh dalam kerusuhan Aremania dengan aparat, namun Indonesia sama sekali tak tersentuh hukum FIFA.
FIFA yang digadang-gadang sebagai tempat untuk meminta keadilan, malah tidak memberikan sanksi sama sekali pada Indonesia.
Ratusan nyawa melayang di neraka Kanjuruhan, sama sekali tidak berdampak serius dalam keputusan FIFA.
Seolah nyawa seperti tidak ada harganya, FIFA hanya memberi teguran pada Indonesia soal pengelolaan pertandingan agar standar internasional.
Sebelumnya, FIFA disebut mengirimkan surat pada Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 nyawa.
Nyawa Aremania, polisi, dan juga Bonek yang diam-diam menonton pertandingan Arema vs Persebaya yang melayang, tidak jadi landasan bagi FIFA untuk memberikan hukuman pada Indonesia.
Dalam surat yang dilayangkan FIFA pada Presiden Joko Widodo, hanya meminta kepolisian Indonesia belajar tentang protokol dan prosedur pengamanan dalam event olahraga.
FIFA meminta aparat di Indonesia mampu menerapkan kebijakan dan pelatihan berstandar internasional.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Gambaran Seseorang yang Mencintai Nabi, Ini Tanda-tandanya
Tentang permintaan tersebut, tertuang dalam satu dari lima poin penting yang ada pada isi surat FIFA.
Secara jelas, FIFA meminta Indonesia melakukan transformasi atau perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia buntut dari Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu.
FIFA hanya minta polisi belajar
KERUSUHAN berdarah di Kanjuruhan, menewaskan setidaknya 131 orang.
Publik sangat menyayangkan jika aparat memilih melakukan tembakkan gas air mata pada Aremania yang berada di tribun stadion.
Padahal, sudah sangat jelas FIFA yang melarang keras penggunaan gas air mata, akan tetapi FIFA sendiri yang 'melonggarkan' aturan tersebut meski 131 nyawa orang melayang sia-sia.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Sampaikan Hasil Komunikasi dengan FIFA Terkait Tragedi Kanjuruhan, Berikut 5 Poin yang Akan Dilakukan
-
Bareng Mahfud MD, Aremania Yohanes Prasetyo Hadir di Mata Najwa, Tahan Nangis Ceritakan Kisah Pilu Tragedi Kanjuruhan
-
Aparat Jadikan Kanjuruhan Neraka, Irma Hutabarat Ceritakan Kopasus Dilatih Jadi Mesin Pembunuh: Lihat Ajudan Pak Doni Bawa Tumbler
-
Ramai Diperbincangkan, Ini Hukuman yang Harus Diterima oleh Arema FC Imbas Tragedi Kanjuruhan
-
Ade Armando Puja Puji Polisi Sambil Sebut Aremania sok Jagoan, Bintang Emon: Bangke Saudara Sendiri Dijilat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
iCAR V23 Usung Chip Snapdragon 8155 untuk Sensasi Berkendara yang Lebih Responsif
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
-
7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
-
Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda
-
Viral Napi Korupsi Bisa Mampir ke Coffee Shop, Karutan Akui Adanya Pelanggaran SOP
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
5 Cleansing Oil Korea dengan Sunflower Seed Oil untuk Deep Cleansing
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas