SuaraBandung.id - Manusia dapat merasakan senang ataupun sedih, bangga ataupun kecewa. Perasaan manusia itu dapat berubah-ubah tidak menentu.
Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa kita diwajibkan memerangi perasaan yang ada dalam diri kita.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Mutiara Hikmah tv yang diunggah pada 8 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Ustaz Adi hidayat mengatakan bahwa untuk mengelola perasaan kita, maka hendaknya kita mengarahkan perasaan itu dengan berpikir positif.
"Diwajibkan bagi engkau memerangi perasaan dirimu. Ayo arahkan kepada berpikir yang positif," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu mengatakan bahwa Allah sudah menetapkan segala sesuatu yang tidak semuanya diketahui oleh manusia.
"Karena Allah sudah menetapkan sesuatu. Boleh jadi yang kamu rasakan, kurang disukai, kecewa, dan ungkapan lainnya," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan bahwa ada hikmah besar dan kebaikan di balik semua yang terjadi kepada kita.
Bahkan, di balik sesuatu yang ideal dan kita harapkan, justru bisa jadi terdapat sesuatu yang membahayakan untuk kita.
"Di balik itu, ada hikmah besar yang belum kau sadari. Ada kebaikan bahkan untukmu, dan di balik yang ideal yang kau harapkan itu tersimpan sesuatu yang engkau tidak tahu. Mungkin membahayakan untuk kehidupanmu," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa kita hanya berpikir tentang saat ini, tetapi Allah mengetahui tentang masa depan.
"Apa logikanya? Allah tahu masa depan. Kamu hanya berpikir yang sekarang," pungkas Ustaz Adi Hidayat.
Berita Terkait
-
Gunakan Rumus Fisika hingga Hukum Pascal, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Pola Konsumtif Manusia Berdasarkan Al Quran
-
Datang ke Tempat Ini untuk Mendapatkan Solusi atas Segala Permasalahan, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
-
Sudah Berusaha Tetapi Belum Dapat Apa-apa, Ustaz Adi Hidayat: Allah Bukan Ingin Menunda
-
Memperoleh Rahmat Dunia Lebih Cepat dari Hamba Biasa, Ustaz Adi Hidayat: Rahmat Dunia dan Akhirat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026