News / Internasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) sebelum pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/nym]
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjalani prosedur perawatan dan observasi medis selama dua hari.

  • Tim dokter pakar memantau ketat kondisi kesehatan Anwar yang baru saja genap berusia 79 tahun.

  • Penanganan medis ini berkaitan dengan riwayat keluhan lama pada bagian bahu dan punggungnya.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim harus membatasi agenda kenegaraannya akibat penanganan medis khusus yang ia jalani sejak Senin. Tim dokter memperkirakan proses pemulihan dan pemantauan kesehatan sang pemimpin negara akan berlangsung setidaknya selama dua hari ke depan.

Kondisi mendadak ini menjadi perhatian publik mengingat Anwar baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-79 di tengah padatnya jadwal pemerintahan. Langkah medis cepat ini diambil guna memastikan stamina dan kestabilan kondisi fisik sang perdana menteri tetap terjaga secara optimal.

Pihak Istana belum merinci jenis tindakan medis spesifik yang tengah diterapkan oleh para pakar kesehatan. Meski demikian, tim sekretariat memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai protokol kesehatan resmi yang ketat.

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berada dalam satu mobil di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (BPMI Sekretariat Presiden)

Sekretaris Pers Tunku Nashrul Abaidah mengonfirmasi langsung bahwa agenda penanganan kesehatan pimpinannya tengah ditangani oleh para spesialis terbaik.

"Menjalani pemeriksaan dan prosedur yang ditetapkan oleh tim ahli medis," ujar Sekretaris Pers Tunku Nashrul Abaidah dalam keterangan resminya, dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2026).

Masyarakat luas diimbau untuk turut memberikan dukungan moral serta doa demi kelancaran proses pemulihan kesehatan pimpinan pemerintahan tersebut.

"Mari kita berdoa... semoga beliau dikaruniai kesehatan yang berpanjangan agar dapat kembali menjalankan tugas seperti biasa dalam waktu dekat," tutur keterangan resmi tersebut.

Riwayat fisik pimpinan koalisi pemerintahan Malaysia ini memang tercatat beberapa kali mengalami gangguan pada area tulang belakang dan bahu. Persoalan fisik tersebut sudah memengaruhi aktivitas kesehariannya sejak beberapa tahun belakangan.

Pada tahun 2018 lalu, Anwar sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat keluhan cidera serupa. Masalah keluhan punggung tersebut bahkan kembali memaksanya membatalkan agenda kunjungan kerja resmi ke Negara Bagian Pahang pada November tahun lalu.

Baca Juga: LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

Meskipun memiliki riwayat kesehatan pada area punggung, tim medis sebenarnya sempat menyatakan kondisi Anwar dalam keadaan sangat prima awal tahun ini. Hasil pemeriksaan rutin pada Januari lalu menunjukkan seluruh indikator kesehatannya berada dalam batas normal dan stabil.

Anwar Ibrahim resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia sejak akhir tahun 2022 setelah melalui dinamika politik yang panjang. Di usianya yang kini menginjak 79 tahun, beban kerja yang tinggi kerap menguji ketahanan fisiknya di tengah tuntutan memimpin negara.

Isu kesehatan kepala pemerintahan menjadi perhatian serius di Malaysia mengingat pentingnya stabilitas kepemimpinan nasional saat ini. Kejelasan kondisi fisik Anwar dipastikan akan terus diperbarui oleh pihak sekretariat secara berkala.

Load More