/
Senin, 10 Oktober 2022 | 18:46 WIB
Aksi belasungkawa Bobotoh atas tragedi Kanjuruhan Malang ((Dokumen Pribadi/Anis Aditiya Arsalan))

SuaraBandung.id - Seperti yang diketahui, tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu mengakibatkan ratusan jiwa melayang. 

Pada Senin 10 Oktober 2022, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri mengklaim penyebab korban yang meninggal dalam tragedi di Malang itu bukan disebabkan oleh gais air mata.

“CS (Chlorobenzalmalononitrile) atau gas air mata dalam tingkatan tertinggi pun tidak ada yang mematikan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Praseto melansir dari PMJ News.

Lebih lanjut, Kadiv Humas Polri mengatakan klaim tersebut berdasarkan keterangan ahli juga dokter yang menangani korban-korban.

Dalam penjelasan tersebut, menurutnya tidak satu pun yang  menyebut bahwa penyebab korbam meninggal adalah gas air mata.

“Dari penjelasan para ahli, dokter spesialis yang menangani para korban, baik korban yang meninggal dunia maupun korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata,” papar Dedi.

Dedi menyebut karena berdesak-desakan kemudian terinjak menjadi penyebab korban meninggal.

“Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Karena terjadi berdesak-desakan. Kemudian terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan, yang mengakibatkan kekurangan oksigen pada pintu 13, pintu 11, pintu 14 dan pintu 3,” jelasnya.

Baca Juga: PSSI, FIFA dan Pemerintah Indonesia Susun Standar Regulasi, Ini Harapan PSM

Load More