- Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi mengalami koreksi akibat aksi jual bersih investor asing pada saham perbankan besar.
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menekan Wall Street serta menyebabkan penurunan harga minyak mentah Brent.
- Bursa Asia mencatat kenaikan signifikan saat pasar merespons potensi stabilitas regional dan optimisme pada sektor manufaktur global.
Suara.com - Pasar modal Indonesia sedang berada dalam fase yang penuh kehati-hatian. Setelah sempat mencatatkan kenaikan tipis 1,15% pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini dibayangi oleh potensi koreksi.
Kabar kurang sedap datang dari investor asing yang masih melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai sekitar Rp360 miliar, dengan saham-saham perbankan besar seperti BMRI dan BBCA menjadi sasaran utama pelepasan aset.
Situasi ini menjadi cerminan betapa dinamisnya psikologi pasar saat ini. Di satu sisi, ada dorongan optimisme dari regional, namun di sisi lain, ketidakpastian global terkait energi dan politik internasional memaksa investor untuk tetap menginjak pedal rem.
Wall Street Tertekan Ketegangan Nuklir dan Minyak
Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari sentimen "merah" yang menyelimuti bursa AS, Wall Street. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,38% disusul Dow Jones yang melemah 0,63%.
Fokus pelaku pasar tertuju pada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas.
Gedung Putih memang dikabarkan tengah menyiapkan nota kesepahaman 14 poin untuk menghentikan konflik dan membuka kembali pembicaraan nuklir.
Namun, pihak Iran tampaknya masih enggan memberikan jawaban final. Tuntutan kompensasi perang dan penolakan pembukaan Selat Hormuz melalui skema yang dianggap ‘tidak realistis’ oleh Teheran kembali meningkatkan tensi risiko global.
Akibatnya, harga minyak mentah Brent terpangkas 1,19% ke level US$100,06 per barel, yang turut menekan saham-sektor teknologi dan semikonduktor.
Baca Juga: Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
Kontras, Bursa Asia Justru Melejit Cetak Rekor
Berbanding terbalik dengan Amerika, bursa di kawasan Asia justru sedang berpesta. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat lonjakan luar biasa sebesar 5,58%, didorong oleh sektor bahan baku dan teknologi pasca libur panjang. Hang Seng dan Kospi pun turut menghijau.
Menariknya, kenaikan regional ini terjadi tepat setelah Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran terkait kesepakatan perdamaian.
Pasar Asia tampaknya lebih memilih merespons potensi stabilitas yang mungkin muncul jika kesepakatan tercapai, atau setidaknya memanfaatkan momentum teknikal dari sektor-sektor manufaktur yang sedang menguat.
IHSG: Strategi Menghadapi Potensi Koreksi
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, level Support berada di rentang 7000-7100, sementara area Resist berada di 7200-7280.
Berita Terkait
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?