/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:56 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dimutasi ke Mabes Polri. (Suara.com/Achmad Ali)

SuaraBandung.id - Desakan copot Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta terus menguat setelah terjadi insiden mematikan yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sebelumnya nama Irjen Nico Afinta juga disebut-sebut terlibat dalam penyebaran informasi bohong tentang skenario baku tembak dan pelecehan seksual di Duren Tiga yang dibuat rekannya, Ferdy Sambo dalam kaitan dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. 

Tak lama setelah namanya dikaitkan dengan kasus Ferdy Sambo, Irjen Nico Afinta kembali jadi sorotan lantaran dinilai bertanggung jawab atas tindakan polisi dalam menyikapi suporter Aremania di laga Arema vs Persebaya.

Atas insiden tersebut berbagai pihak mendesak Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta dicopot. 

Tuntutan itu dinilai harus dijawab Kapolri sebagai tanggung jawab terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang sangat mematikan. 

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul termasuk yang bicara soal investigasi Kanjuruhan.

Dia menilai masih perlu dilakukan investigasi lebih mendalam untuk mencari tahu, apakah Irjen Nico Afinta dinilai terlibat atau harus bertanggung jawab atau tidak dalam kasus tersebut.

"Investigasi lapangan yang menghasilkan apa. Temuan lapangannya menunjukkan apa. Itu kan dibentuk tim. Sama seperti kemarin tim Sambo, yang terlibat siapa saja," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Hal sama diungkap Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Anak buah Prabowo ini  menegaskan harus segera ada pihak yang bertanggung jawab dari tragedi Kanjuruhan. 

Baca Juga: Bagaimana Mungkin Sebutir Nasi Bisa Menyebabkan Kefakiran? Buya Yahya: Kita Cukup

Satu di antaranya yang wajib bertanggung jawab adalah Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta.

Fadli Zon menilai wajar apabila Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian mencopot Irjen Nico Afinta. 

Bukan itu saja, Fadli Zon bahkan mendesak agar Kapolri mengambil langkah tepat dan cepat mencopot Irjen Nico Afinta sebagaimana desakan banyak pihak.

"Harus ada yang bertanggung jawab. Kalau saya lihat sih kapolda juga diganti saja, kan itu aspirasi masyarakat juga," ujar Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Resmi dicopot

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom. (sumber:)

IRJEN NICO Afinta ditarik ke Mabes Polri dengan 'judul' mutasi rutin. 

Sebagai pengganti Irjen Nico Afinta, Kapolri langsung memerintahkan Irjen Teddy Minahasa bertugas memimpin seluruh anggota Polri di Jatim.

Irjen Teddy sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), kini mendapat tugas menjadi Kapolda Jatim.

Mutasi itu tertuang dalam telegram yang dikeluarkan Mabes Polri pada Senin (10/10/2022).

Untuk Jabatan Kapolda Sumbar, saat ini akan diemban Irjen Rusdi Hartono yang sebelumnya merupakan Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri. 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi membenarkan adanya mutasi tersebut.

"Ya betul mas, tour of duty dan tour area," katanya.

Dikatakannya, mutasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam tubuh Polri dalam meningkatkan kinerja organisasi.

"Mutasi adalah hal yang alamiah dalam organisasi dalam rangka promosi dan meningkatkan kinerja organisasi," ujarnya. (*)

Load More