SuaraBandung.id – Rusia mengamuk lantaran perang di Ukraina diintervensi Amerika Serikat dan sekutunya.
Serangan Rusia yang semakin gencar sebagai sinyal tak boleh ada yang ikut campur, malah ditanggapi AS dan sekutu dengan pengiriman senjata secara massal.
Bukan itu saja, objek vital milik Rusia pun ikut dihajar uang diduga dilakukan pasukan khusus bentukkan AS.
Mengantisipasi serangan balasan Rusia, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperingatkan negara anggota waspada atas kemungkinan serangan balik Rusia.
NATO juga memperingatkan Moskow, jangan sampai memuntahkan rudal nuklir yang bisa membahayakan.
Bahkan NATO mengklaim pihaknya sudah siap dan waspada dengan terus memantau secara cermat kekuatan nuklir Rusia.
Lebih dari itu, NATO juga mulai berani mengatakan jika Rusia "kalah di medan perang" di Ukraina.
Menghadapi kemungkinan sikap Rusia yang diprediksi akan semakin beringas, NATO menyatakan diri, anggotanya akan bersatu menghadapi serangan infrastruktur penting.
Namun dalam penyikapan serangan balasan Rusia, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Selasa (11/10/2022), mengatakan, untuk sementara aliansi pertahanan tidak melihat ada perubahan dalam postur nuklir Rusia.
Baca Juga: Jalan dari Allah, Merasakan Kenikmatan Tobat, Ustaz Adi Hidayat: Abaikan Pernyataan Manusia
Akan tetapi, NATO memperingatkan bukan berarti Rusia diam. NATI meminta semua anggotanya tetap waspada.
Bukan itu saja, NATO meminta semua tetap melanjutkan latihan kesiapsiagaan nuklirnya sendiri minggu depan.
"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk bersikap tegas dan menjelaskan bahwa NATO ada di sana (Ukraina dan negara sekutu) untuk melindungi dan membela semua sekutu," kata Stoltenberg dalam konferensi pers jelang pertemuan dua hari para menteri pertahanan aliansi Barat di Brussels dilansir Channel News Asia, Rabu (12/10/2022).
"Ini akan mengirimkan sinyal yang sangat salah jika kita tiba-tiba sekarang membatalkan latihan rutin yang telah lama direncanakan karena perang di Ukraina," kata Stoltenberg.
Saat ini sedang dilakukan persiapan latihan tahunan "Steadfast Noon", di mana semua angkatan udara NATO melakukan latihan bagaimana cara mempraktekkan penggunaan bom nuklir Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Eropa.
"Ini adalah latihan untuk memastikan bahwa penangkal nuklir kami tetap aman, terjamin dan efektif," kata Stoltenberg
Berita Terkait
-
SBY Soroti dampak Resesi hingga Perang Rusia-Ukraina, Tiga Krisis Ini Mengancam Warga Indonesia
-
SBY Ungkap Kondisi Perang Rusia-Ukraina, China vs Taiwan: Perang Nuklir Bisa Jadi Kenyataan
-
Kebijakan Joe Biden Ubah Ukraina Jadi Neraka, Rusia Beri Peringatan Terakhir hingga Siap-Siap Perang Total
-
Novita Kurnia Tewas Bersimbah Darah, Ditemukan Sekitar 100 peluru di Rumah Korban
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI dalam Menyukseskan Program Perumahan Rakyat
-
BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan
-
BRI Dinilai Berperan Besar Sukseskan Program Perumahan Rakyat Pemerintah
-
Dammahum: Potret Religi dan Politik dalam 14 Cerita yang Terhubung
-
Gunung Marapi Erupsi Malam Hari, Semburkan Abu Vulkanik 3 Kilometer
-
Lewat KPR Subsidi, BRI Bantu MBR Miliki Tempat Tinggal Lewat Program 3 Juta Rumah
-
Peran Strategis BRI Dongkrak Keberhasilan Program Perumahan Rakyat, Menteri PKP Beri Apresiasi
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI Percepat Program Perumahan Rakyat
-
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Setelah Ditegur Presiden, Menteri Turun Tangan Lagi Bersihkan Sampah di Pantai Bali