/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:37 WIB
Ilustrasi tahu / widiyantie

SuaraBandung.id - Para Pengrajin Tahu Tempe di Kota Bandung Siap lakukan aksi mogok serentak pada pekan depan. Mereka tergabung dalam Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe di Kota Bandung dan akan mogok berproduksi imbas dari melambungnya harga kedelai

"Tanggal 17 - 19 Oktober pengrajin tahu dan tempe mogok produksi. Kita berharap pemerintah bisa kembali menstabilkan harga kacang kedelai yang terus naik ini," ujar Didin salah seorang pengerajin tahu dan tempe Cibintu kota Bandung, Rabu 12 Oktober 2022. 

Ia mengatakan, aksi tersebut akan serentak dilakukan oleh seluruh pengrajin tahu tempe. Hal itu dilakukan karena harga kedelai yang terus naik dan berdampak pada kerugian. Dibeberkannya saat ini harga kacang kedelai tembus di  Rp 12.700 per kilogram. 

"Sekarang Rp 12.750 naik Rp 500. Kenaikan ini tidak hanya merugikan pengrajin, tetapi merugikan pedagang tahu dan tempe. Hari ini saya naikan Rp 5000 per kotak," paparnya. 

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengaku akan secepatnya menemui pengrajin tahu dan tempe yang akan melakukan mogok produksi pekan depan. Disamping itu juga akan berkoordinasi dengan importir dan distributor kedelai. 

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku baru mengetahui informasi rencana mogok produksi Selasa (11/10/2022). Selanjutnya ia mengaku langsung berkoordinasi dengan para pengrajin. 
Saya baru tahu kemarin pagi. Jadi sekarang sedang konfirmasi dulu ke pengrajin tahu tempe Cibuntu, termasuk ke importir dan distributor kacang kedelai," ujar  Elly Wasliah, Rabu 12 Oktober 2022. 

Untuk itu, Elly Wasliah berharap, pengerajin tahu dan tempe Cibuntu tidak sampai melakukan aksi mogok produksi. Pihaknya meminta waktu untuk mencari solusi terkait kenaikan kacang kedelai belakangan ini.

Load More