/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong . (Twitter/@panditfootball)

SuaraBandung.id - Sepak bola Indonesia kini masih berada dalam suasana duka setelah tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan supporter Arema FC. 

Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) telah membentuk tim investigasi yang bertugas untuk menemukan penyebab tragedi Kanjuruhan tersebut terjadi. 

PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) telah mengeluarkan sanksi kepada klub Arema FC dan pihak yang memiliki peran penting pada penyelenggaraan pertandingan seperti ketua Panpel dan Seccurity Officier. 

Meski PSSI telah mengeluarkan tindakan, tetap saja masyarakat pecinta bola tanah air tetap mendesak agar federasi sepak bola Indonesia itu bertanggung jawab atas kejadian kelam yang terjadi. 

Ketua PSSI Mochamad Iriawan didesak mundur dari kursi jabatannya karena dinilai oleh masyarakat ia merupakan sosok yang memiliki tanggung jawab penuh atas tragedi tersebut. 

Mendengar banyaknya yang mendesak Iwan Bule untuk mundur, Shin Tae Yong Pelatih Timnas yang telah membawa pasukan garuda naik peringkat mengeluarkan sikapnya. 

Seperti yang dituliskan dalam akun pribadinya @shintaeyong7777, pelatih asal Korea Selatan tersebut mengatakan jika ketua PSSI memang harus mundur maka Ia pun tidak akan lagi menjurui Timnas Indonesia. 

"Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri," tulisnya. 

Ia mengemukakan prinsip sepak bola yang ia pegang bahwa kesuksesan yang diraih oleh suati tim adalah andikl dari seluruh pihak yang bekerja sama dan sama halnya ketika satu pihak melakukan kesalahan itu merupakan tanggung jawab nya semuanya. 

Baca Juga: Jangan sampai Keliru! Buya Yahya Ungkap Makna Debar di Dalam Hati: Ketukan Cinta

"Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, maka saya pun juga memiliki kesalahan yang sama," lanjutnya. 

"Kita adalah 1 tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa 11 pemain inti saja yang bagus, bukan juga hanya staf pelatih saja yang bagus, kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, official, semua karyawan federasi termasuk Ketua Umum," ungkap pelatih Timnas itu.   

Shin Tae Yong juga sedikit menyinggung perjalanannya bersama Timnas Indonesia yang terbilang cukup berprestasi merupakan andil dari ketua umum PSSI Iwan Bule. 

"Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepakbola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada tahun 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans dan Ketua Umum PSSI yang memilih saya" kata Tae Yong. 

Ia juga tidak setuju ketika semua tanggung jawab atas tragedi kanjuruhan ini tiba-tiba diserahkan pada ketua umum PSSI saja. 

"Sangat disayangkan nyatanya semua tanggung jawab dialihkan kepada Ketua Umum. Beliau telah mengembangkan sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Pasti bisa juga mengatasi keadaan ini dengan baik. Saya pun akan berusaha lebih keras agar sepakbola Indonesia lebih maju lagi," tegasnya. 

Load More