SuaraBandung.id - Jokowi melakukan Kunjungan Kerja (kunker) Ke Kota Bandung, Kamis 13 Oktober 2022.
Dalam kunker tersebut, penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diserahkan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi untuk para pedagang Pasar Kosambi berujung timbulnya polemik.
Sejumlah pedagang mengaku BLT yang diberikan berupa paket Sembako serta uang tunai itu tidak merata. Hal itu diakui salah seorang pedagang Pasar Kosambi, Mia (48) yang mengaku sudah berjualan di Pasar Kosambi sejak tahun 1989.
"Tidak rata pembagiannya, saya disini pedagang tetap tapi kenapa tidak dapat. Sedangkan ada pedagang asongan yang sesekali jualan disini malah dapat," keluhnya.
Mia pun kepada media mengatakan pembagian tidak adil dan pilih-pilih. Hingga akhirnya, ia berani meminta langsung kepada petugas pembagian paket.
"Bantuin ini kan hak saya juga, makanya saya minta aja langsung. Alhamdulillah dikasih sih, itu juga maksa. Bukan masalah sembakonya, tapi kan harusnya mendatanya adil, ya setidaknya mah yang dapat para pedagang yang sudah menetap disini," paparnya.
Pedagang lainnya, Yeyet (60) yakni penjual gorengan merasa kecewa karena tidak mendapat bagian.
"Saya enggak kebagian, padahal saya dari subuh di sini tapi enggak kedata. Enggak tahu kenapa. Saya jualan gorengan, kalau saya keliling jam segini siapa yang mau beli ini sudah siang," bebernya.
Padahal, ujarnya, ia sudah diminta dokumen berupa KTP oleh pihak pengelola pasar sehari sebelum kedatangan Jokowi. Tapi tidak sesuai harapan, Yeyet malah tidak menerima bantuan tersebut.
Baca Juga: Penumpang KMP Ranaka Hilang di Tanjung Suba Lewoleba
"Padahal dari kemarin KTP saya diminta, tapi sekarang tidak masuk data sakit hati saya pak, KTP saya masih disana dari kemarin. Sementara pedagang yang selewat (asongan) dapat bagian. Pilih-pilih," ucap Yeyet sembari menahan isak tangis.
Hal serupa dialami Wiwin (42) yang merupakan salah seorang pedagang sayuran di area Blok C Pasar Kosambi. Dirinya pun sudah dimintai dokumen berupa KTP sehari sebelum kedatangan Persiden Jokowi ke pasar Kosambi.
"KTP udah diminta kemarin sama pengelola pasar. Tapi tadi pagi, ada pengumuman dadakan katanya, jadinya saya enggak dapet. Padahal dari tadi pagi di sini terus karena emang harapannya bisa dapat bantuan," beber Wiwin.
Menurutnya, bantuan tersebut tak hanya berisi sembako. Ada bantuan uang tunai senilai Rp 1,2 juta yang diberikan untuk para pedagang. Tadinya jika mendapat bantuan, uang itu rencananya mau Wiwin gunakan untuk modal berdagang.
"Ya buat bantuan modal tadinya a. Jadi anehnya ginih, kalau di bagian Blok tengah itu semuanya di kasih, yang di pinggir tidak, kaget kenapa kita tidak jadi dikasih, kecewa atuh saya mah," akunya.
Lagi-lagi hal serupa juga menimpa pedagang lainnya yaitu Eli (40) seorang pedagang sayuran di blok C Pasar Kosambi. Masalahnya, Eli aneh karena pedagang tepat di sekelilingnya mendapat bantuan, sementara ia tak menerima bantuan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
22 Kode Redeem FC Mobile 7 Februari 2026, Prediksi Hadirnya CR7 dan Messi OVR Tinggi
-
4 Simbol Tersembunyi di Balik Kelezatan Kuliner Imlek
-
Film Anime To You in the Beyond Siap Sapa Penggemar pada Musim Gugur 2026
-
Seni Melambat: Mengapa Kita Tidak Perlu Selalu Merasa Terburu-buru?
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan