SuaraBandung.id - Bisa jadi kita telah memahami bahwa apabila kita dengan sengaja memperlihatkan amal perbuatan kita kepada orang lain, maka itu adalah bentuk dari sifat riya.
Tetapi, terkadang kita lupa akan hal itu dan justru terlalu sibuk mengomentari amal perbuatan orang lain dengan menganggap orang lain itu berbuat riya.
Sehingga, kita tidak menyadari bahwa justru kita sendiri yang telah terjerumus ke dalam riya.
Buya Yahya mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa hendaknya kita tidak menunjuk kepada orang lain dalam hal riya, karena kita tidak mungkin bisa mengetahui apa sesungguhnya isi hati orang itu.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube AlmurodiTV yang diunggah pada 12 September 2021, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa terkadang kita pandai mengomentari orang lain dan seolah-olah mengetahui isi hati orang itu.
“Jangan sekali-sekali menunjuk kepada orang dengan sebutan riya, bukan urusanmu. Kadang-kadang kita pandai, ya (dia) riya. Hebat bener nih manusia kok tahu hatinya orang,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa hendaknya kita menunjuk ataupun melakukan introspeksi kepada diri sendiri dalam hal riya.
“Tapi kalau anda ingin menunjuk, tunjuklah kepada dirimu sendiri. Jangan-jangan kau riya ya. Hmm, senang ya, kamu (diri sendiri) sedekah 1 juta kedengaran sama orang,” kata Buya Yahya.
Baca Juga: Susul J-Hope! Jin BTS akan Debut Solo
Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa sifat riya itu sangatlah halus, bahkan tidak dapat diketahui oleh malaikat sekalipun.
“Makanya riya itu halus. Imam Ghazali menyebutkan satu riwayat, amal ini akan dibawa oleh malaikat, masuk pintu satu, pintu dua, pintu tiga, itu lolos,” kata Buya Yahya.
“Sampai kepada Allah, tiba-tiba Allah mengatakan, tidak Aku terima. karena dia berbuat bukan karena Aku. Malaikat ga tau, jangan mengatakan orang lain riya, awas,” tambah Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Sudah Punya Anak tapi Istri Malah Selingkuh, Apakah Suami Harus Menceraikan? Buya Yahya: Ada Dua Pilihan
-
Orang Tua dengan Kehadiran Anak, Menjadi Mulia dan Masuk Surga, Buya Yahya: yang Tidak Punya Bagaimana?
-
Bagaimana Bisa? Haram tapi Indah, Buya Yahya: Indah karena Setan Menghiasinya
-
Jangan Merendahkan! Sebut Pemabuk hingga Pejudi, Buya Yahya: Sehebat Apapun Anda
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari