/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 19:15 WIB
Kolase foto kerusuhan besar Aremania vs Polisi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022. (Antara/twitter/times indonesia)

SuaraBandung.idKorban tewas atas tragedi Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 133 jiwa.

Tambahan korban tewas tersebut berasal dari korban yang sedang melakukan perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Adanya tambahan korban jiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto.

“Iya benar,” ujar Budi saat dikonfirmasi PMJNews, Selasa (18/10/2022).

Korban tersebut bernama Andi Setiawan (33), yang meninggal dalam masa perawatan.

Total korban dalam Tragedi Kanjuruhan saat ini yaitu 781 orang, dengan rincian luka ringan 573 orang, luka sedang 50 orang, dan luka berat 25 orang.

Total korban yang masih menjalani rawat inap yakni 9 orang, dimana 7 orang dirawat di RSSA Malang dan 2 orang di RSUD Kanjuruhan.

Terpisah, Presiden Jokowi menyatakan bahwa akan runtuhkan Stadion Kanjuruhan Malang.

Selanjutnya, pemerintah akan membangun ulang Stadion Kanjuruhan sesuai standar FIFA.

Baca Juga: Banyak Hal yang Tidak Mungkin Diciptakan oleh Manusia, Apa Saja? Ini Kata Gus Baha

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi seusai menerima kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (18/10/2022).

"Untuk Stadion Kanjuruhan di malang juga akan kita runtuhkan, dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA sebagai contoh standar stadion dengan fasilitas-fasilitas yang baik, menjamin keselamatan pemain dan juga suporter," ungkap Jokowi kepada wartawan, dikutip dari PMJ News, Selasa (18/10/2022).

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan Malang merupakan tragedi kelam bagi sepak bola Indonesia.

Untuk itu, saat ini berbagai pihak telah melakukan pengusutan serta perbaikan atas imbas dari tragedi yang menewaskan 133 Aremania.

Load More