SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi kembali tidak menghadiri sidang cerai atas gugatan istrinya Anne Ratna Mustika.
Anne Ratna Mustika melayangkan gugatan cerai terhadap Dedi Mulyadi pada September lalu di Pengadilan Agama Purwakarta.
Sudah menjalani lima kali sidang dan dua kali mediasi, Anne Ratna Mustika tetap kukuh untuk menggugat cerai Dedi Mulyadi.
Sidang cerai Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika kembali digelar pada Rabu (23/11/2022) di Pengadilan Agama Purwakarta.
Kali ini, Dedi Mulyadi tidak menghadiri sidang cerai tersebut karena dirinya harus pergi ke Cianjur untuk membantu korban yang terdampak usai gempa.
Diketahui, Cianjur diguncang gempa hebat dengan magnitude (M) 5,6 yang menelan banyak korban jiwa, pada Senin (21/11/2022) kemarin.
Dari informasi yang dihimpun, total korban jiwa atas gempa bumi yang melanda Ciabjur sebanyak 271 jiwa pada Rabu (23/11/2022).
Sementara itu, total korban yang sampai saat ini hilang dan masih dalam pencarian berjumlah 40 orang.
Melihat banyaknya korban yang membutuhkan bantuan, Dedi Mulyadi pun bergerak cepat untuk mengalokasikan bantuan.
Baca Juga: Update Korban Gempa Cianjur: 271 Meninggal Dunia, 40 Orang Dalam Pencarian
Meskipun sidang perceraiannya kembali digelar pada hari ini, Dedi Mulyadi lebih memilih pergi ke salah satu daerah yang paling parah terdampak gempa.
“Hari ini saya sedang di jalan menuju Kampung Garung, sebuah daerah yang paling parah katanya, dan macet, ini sudah dua jam, mudah-mudahan bisa menjangkau ke daerah tersebut,” ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (23/11/2022).
Dedi mulyadi pun mengungkapkan bahwa hari ini juga ada sidang gugatan cerai yang dilayangkan Anne Ratna Mustika.
“Hari ini ada sidang juga, sidang gugatan cerai dari istri saya di Pengadilan Agama Purwakarta, tetapi dari aspek kuasa karena sudah masuk persidangan mediasi sudah lewat. Maka hari ini saya fokus untuk ngurusin bencana dan masyaraskat, ” terang Dedi Mulyadi.
Diketahui, sejak hari Senin (21/11/2022) hingga hari ini, Dedi Mulyadi fokus membantu korban yang terdampak gempa di Cianjur.
Dan Kabupaten Cianjur juga merupakan tanah kelahiran Anne Ratna Mustika yang juga merupakan tanah leluhur putrinya Nyi Hyang Sukma Ayu.
Tag
Berita Terkait
-
Alumni Teknik Unhas Bantu Korban Gempa Bumi Cianjur
-
Khawatir Ada Gempa Susulan, 4 Bayi Baru Lahir Dievakuasi ke Parkiran RSUD Sayang Cianjur
-
Viral Warga Setop Mobil Logistik, Polisi Minta Bantuan Korban Gempa Cianjur Tidak Disalurkan Sendiri-sendiri
-
Tata Cara Sholat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur, Ini Niat dan Rukunnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepeda Kalcer 2026 yang Bikin Kamu Stylish di Jalan, Lengkap dengan Harganya
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
5 Lipstik Pinkish Brown Manis, Cocok untuk Semua Skin Tone
-
4 Rekomendasi Destinasi Wisata di Babakanmadang Bogor, Pas Buat Healing dan Bikin Hati Adem
-
Reaksi Eca Aura Kepergok Simpan Tabung Diduga Whip Pink, Panik?
-
Fakta-fakta Penemuan Bayi Laki-Laki di Kolong Meja Warung Gorengan di Lumajang
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia