SuaraBandung.id – Setelah sempat mengunjungi dan mengamani daerah tempat gempa di Cianjur, kini Dedi Mulyadi mengutus seorang yang bernama Haji Mumun untuk meneruskan kegiatan bantuan di sana.
Diketahui, Dedi Mulyadi tidak sempat meneruskan bantuannya disana karena ada hal-hal mendesak seperti pekerjaannya di DPR RI yang membutuhkannya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mendatangi salah satu perempuan yang menjadi korban gempa di depan minimarket.
“Kemarin saya mengerakan tugas-tugas yang lain, Haji Mumun kemarin suruh ke Cianjur, kamu gimana kemaren? Dokter udah datang bawa? Alat-alat perban? Terus si ibu yang ketemu sama saya di minimarket, anaknya udah ditangani?,”tanya Dedi Mulyadi.
Haji Mumun pun menjelaskan jika wanita tersebut sudah ditangani, namun rumah pribadinya yang terkena gempa sangatlah hancur.
Setelah itu Haji Mumun menjelaskan mengenai keadaan sang wanita dan anak yang benar-benar telah ditangani oleh pihak Kesehatan degan baik.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi kebali menegaskan mengenai bantuan yang dilakukan oleh Haji Mumun bukanlah omong kosong.
“Bener nih? Kamu kesana jangan hanya ngabisin bensin, harus efektif,” tegas Dedi Mulyadi.
Setelah itu, Dedi Mulyadi bertanya mengenai Haji Mumun yang tiba-tiba pergi ke daerah Pacet.
Baca Juga: Prediksi Inggris vs Amerika Serikat di Grup B Piala Dunia 2022: Ambisi The Three Lions ke 16 Besar
“Kemarin itu kan ada lansia, yang umurnya sudah 105 tahun, kondisinya sudah lagi sakit, mau dibawa ke Cipanas, jadi minta tolong sama kita untuk dianter,” jelas Haji Mumun.
Diketahui, jika kondisi beberapa jalan evakuasi yang di berada di Cianjur saat ini sering mengalami macet akibat penuhnya transportasi dengan jalan yang tidak memadai.
Karena kemacetan yang terjadi dan belum bisa tertolong, sang nenek dikabarkan wafat di tengah perjalanan evakuasinya.
Tidak diam, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan saran kepada Haji Mumun untuk mengunakan teknologi dalam perjalanan agar tidak membuang waktu.
“Jadinya buang waktu? Dari sini ke sana macet? Jadinya meninggal di jalan? Harusya yang begitu-begitu liat Google Maps, jangan dipaksain itu kan kondisinya udah berat, dan ambulan
“Jadi penanganan bencana harus cerdas, kalau enggak cerdas nanti enggak jelas penanganannya," tambahnya.
(*)
Sumber: Youtube KDM
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026