/
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:23 WIB
Foto almarhum Ferry Mursyidan Baldan semasa hidupnya. Mantan Menteri ATR/BPN ini ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya, Jumat 2 Desember 2022 (blog primadi ferrymbaldan.id)

SuaraBandung.id - Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia, Jumat 2 Desember 2022. 

Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid menyampaikan kabar duka tersebut melalui akun instagramnya @ariefrosyid.id.

Berikut ini fakta-fakta mengenai Ferry Mursyidan Baldan seperti dilansir dari berbagai sumber: 

1.Keturunan Aceh yang Lama Tinggal di Bandung

Dikutip dari berbagai sumber, Ferry Mursyidan Baldan merupakan anak kedua dari pasangan Baldan Nyak Oepin Arief dan Syarifah Fatimah (alm). Dia lahir pada 16 Juni 1961. 

Kedua orang tuanya berasal dari Aceh namun lama bermukim di Kota Bandung Jabar karena bekerja sebagai karyawan Telkom di Kantor Pusat Telkom di Bandung.

Ferry memiliki tiga saudara masing-masing Syafril Ardan Baldan, Zulkautsar Baldan, dan Mahdan Ridjal Baldan.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, Ferry melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, lulus tahun 1988. 

2. Aktif di Berbagai Organisasi Kemasyarakatan

Baca Juga: Meninggal di Dalam Mobil, Eks Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Langsung Dimakamkan Malam Ini di TPU Karet Bivak

Saat kuliah di FISIP Unpad, Ferry dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, antara lain lewat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Dia pernah menjabat Ketua Umum Badko Jabar (1988-1990) kemudian menduduki jabatan Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

3. Gagal Jadi Pilot, Merambah Dunia Politik 

Ferry memiliki dua cita-cita yakni menjadi seorang pilot atau menjadi diplomat. Namun, mimpinya menjadi pilot gagal karena dia ia berkacamata. Ferry kemudian menjadi seorang politikus dan anggota parlemen.

Tahun 1992, Ferry resmi menjadi anggota Golongan Karya (Golkar) yang kini dikenal sebagai Partai Golongan Karya. 

Kemudian ia terpilih menjadi anggota MPR RI periode 1992-1997 mewakili organisasi pemuda/mahasiswa. 

Load More