- Nurhayati meninggal dunia akibat syok berat saat perjalanan menuju rumah sakit pascakecelakaan KRL di Bekasi, Kamis (30/4/2026).
- Korban tidak mengalami luka fisik karena berada di gerbong tengah, namun memiliki riwayat penyakit jantung yang kambuh.
- Nurhayati sedang dalam perjalanan dari Bekasi menuju Cikarang bersama anak dan cucunya saat peristiwa nahas tersebut terjadi.
Suara.com - Anak korban kecelakaan KRL Bekasi, Sofia, mengungkap detik-detik sang ibu, Nurhayati, meninggal dunia usai peristiwa nahas tersebut.
Sofia menuturkan kalau ibunya sebenarnya tidak mengalami luka fisik akibat kecelakaan tersebut. Sebab, mereka berada di gerbong tengah yang tidak terdampak langsung kecelakaan.
Namun, Nurhayati diduga mengalami syok berat hingga akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menggunakan ambulans menuju rumah sakit.
“Ada riwayat jantung dia. Mungkin dia syok ya, karena yang lain tuh panik,” kata Sofia ditemui di kediamannya, Kamis (30/4/2026).
Ia menceritakan, situasi di dalam kereta saat evakuasi berlangsung sangat mencekam. Kepanikan penumpang lain disebut turut memengaruhi kondisi korban.
“Udah gitu pas saya evakuasi keluar, di belakang saya itu lebih panik lagi. Mungkin dia melihat itu, jadi juga ikutan syok. Itu karena ada riwayat jantung,” ujarnya.
Sofia menjelaskan, dirinya bersama sang ibu dan anaknya yang masih berusia lima tahun sempat berhasil keluar dari gerbong.
Saat kejadian, mereka tengah dalam perjalanan dari Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi keluarga di Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Meski berhasil dievakuasi, kondisi Nurhayati terus menurun hingga akhirnya pingsan.
Baca Juga: Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL
“Korban meninggal dalam perjalanan menggunakan ambulans meski tidak terluka,” ucapnya.
Sofia menuturkan, proses evakuasi saat itu masih dilakukan secara swadaya oleh penumpang lain. Ketika itu, Basarnas belum tiba di lokasi kejadian.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para penumpang yang membantu proses evakuasi hingga ibunya bisa dibawa ke ambulans.
“Tapi terima kasih banyak yang sudah membantu mama saya dari keluar sampai ke lantai dua, sampai ke ambulans diantar. Yang sopir ambulans juga terima kasih banyak sudah menolong mama saya untuk sampai ke rumah sakit,” lanjutnya.
Dalam perjalanan, Sofia mendapati kalau ibunya pingsan dan menurut orang sekitar sudah meninggal. Meski begitu, ia tetap meminta agar sang ibu dibawa ke rumah sakit.
“Ada yang nolong mama saya, bilangnya udah nggak ada. Yaudah antara pasrah dan nggak pasrah aja. Saya meyakinkan aja sih untuk dibawa ke rumah sakit waktu itu, masih ada atau tidak,” tuturnya dengan suara bergetar.
Diketahui Nurhayati tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi anaknya di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ia berangkat bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.
Dalam situasi tersebut, Nuryati beserta anak dan cucunya sempat berhasil dievakuasi. Namun, setelah itu, korban mengalami pingsan akibat syok hingga dinyatakan meninggal dunia di dalam ambulana dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan