SuaraBandung.id - Dedi Mulyadi mengaku awalnya tak ingin membongkar masalah pribadi keranah publik. Namun, diakuinya untuk beberapa kasus dirinya menjadi perbincangan dan viral di media sosial.
Yang pasti ia merasakan, sejak mencuatnya gugatan cerai yang dilayangkan Anne Ratna Mustika terhadap dirinya, jagat media sosial dan media massa setiap hari dipenuhi oleh pemberitaan tersebut.
Terlebih dibeberkannya, pernyataan Anne yang viral menyebut bupati sebelumnya yang tak lain Dedi Mulyadi meninggalkan utang Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 28 miliar.
Terkait hal tersebut pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu mengatakan bahwa hal tersebut telah dijelaskan oleh Sekda Purwakarta Norman Nugraha sebagai kewajiban pemerintah daerah.
“Bahkan itu sudah diaudit BPK dan sudah masuk dalam neraca keuangan daerah sebagai utang daerah. Nah itu artinya secara legal formal kewajiban pemerintah daerah. Menjadi catatan utang pemerintah daerah,” ujar Kang Dedi Mulyadi usai menghadiri sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu 7 Desember 2022.
Untuk itu, Kang Dedi memperingatkan istrinya harus lebih hati-hati karena ia sudah mengetahui orang di balik video viral tersebut.
Bahkan, katanya, ada seseorang yang bolak-balik pada Kang Dedi meminta uang Rp 5 juta dalam rangkaian tersebut.
“Saya gak mau kalau setiap masalah dihubungkan dengan uang. Sehingga lahirlah postingan itu. Saya tidak usah sebutin siapa oknumnya,” ucapnya.
Menurutnya ia bisa saja melaporkan hal tersebut sebagai pelanggaran dalam UU ITE. Namun itu urung dilakukan karena bagaimana pun kelak Anne ikut terbawa dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingatkan Anne Ratna Mustika, Jangan Sampai Anak-Anak Pikiran Ayahnya tak Tanggung Jawab
“Karena embu itu adalah ibu dari anak saya dan sampai sekarang masih istri saya. Saya gak mau masalah ini lari ke ranah hukum. Biarkan masalah keluarga diselesaikan secara keluarga,” tegas Dedi.
Ia pun berkomitmen untuk tidak membawa masalah pribadi ke publik sejak awal. Hanya saja ia terpaksa menjelaskan berbagai hal yang masuk pokok permasalah karena yang disinggung adalah Kang Dedi Mulyadi sebagai mantan bupati dan bukan sebagai suami atau kepala rumah tangga.
Maka, kata Kang Dedi, sebagai mantan kepala daerah di Purwakarta ia harus menjelaskan segala permasalahan yang ada secara jelas dan proporsional.
“Kemudian banyak akun yang ngomong tunggu tanggal mainnya Kang Dedi akan beberkan semuanya. Saya tidak akan menjelaskan masalah pribadi istri saya sampai kapanpun. Saya hanya akan menjawab aspek-aspek yang bersifat hukum dan hukum ini sudah ada di pengadilan agama,” ucapnya.
Kang Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan mengapa hari ini ia menjelaskan berbagai hal kepada media lantaran apa yang dituduhkan oleh Anne dalam materi gugatan sudah dipublikasikan. Sehingga itu harus dijawab secara proporsional.
“Saya tidak akan membawa ranah pribadi ke ranah publik. Saya tidak mau dan saya mohon maaf jagat media sosial hari ini dipenuhi berita tentang saya yang maaf bukan prestasi tapi berita perceraian, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak ada niat sama sekali untuk menggegerkan jagat media sosial,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Ingatkan Anne Ratna Mustika, Jangan Sampai Anak-Anak Pikiran Ayahnya tak Tanggung Jawab
-
Ada Musuh dalam Selimut! Dedi Mulyadi Berikan Pesan untuk Anne Ratna Mustika Tentang Sosok Berinisial M: Kekuasaan Ada Akhirnya
-
Duh! Ibunda Ryan Dono Ternyata Sudah Siapkan Perhiasan Mewah hingga Kambing Buat Yessy
-
Dedi Mulyadi Bongkar Seserahan Ryan Dono untuk Yessy, Ternyata Ada Emas Senilai Puluhan Juta!
-
Sindiran Pedas untuk Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi sebut Rumah Tangga akan Bertahan Jika Dijalani dengan Ikhlas
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Nelangsa Korban Usai Tahu Doni Salmanan Bebas: Ekonomi Kita Hancur, Dia Masih Kaya