/
Senin, 12 Desember 2022 | 08:25 WIB
dr Zaidul Akbar ungkap penyakit fisik yang diakibatkan oleh penyakit hati (zaidul akbar official)

SuaraBandung.Id-Timbulnya penyakit fisik ternyata ada kaitannya dengan emosi, demikian dr Zaidul Akbar mengungkapkan rahasia penyakit yang diakibatkan oleh hati.

Zaidul Akbar menyebutkan, ada beberapa jenis penyakit yang menjadi kronis karena beberapa sifat buruk manusia. Sebut saja berburuk sangka atau menduga-duga karena itu bagian dari dusta.

Lalu Zaidul Akbar juga mengatakan tentang ketidakstabilan emosi seseorang yang menyebabkan seseorang menderita sakit parah. Sebut saja kanker, tumor hingga hipertensi.

Tak hanya berkaitan dengan amarah dan dendam, emosi dalam pandangan Zaidul juga berkaitan dengan hawa nafsu untuk makan secara berlebihan.

Akibatnya, kini banyak orang yang bermasalah dengan kesehatannya padahal umurnya masih dalam kategori usia produktif.

“Saya melihat, sekarang ini jutaan orang sedang berada di jurang kehancuran kesehatannya, gara-gara sampah emosi yang berlebihan yaitu gara-gara salah makan, salah pikir dan salah emosi,” ucap dr Zaidul Akbar dikutip melalui channel Yoube-nya.

Dokter keturunan Arab ini juga menerangkan, jika emosi dan penyakit hati selalu dipupuk di dalam hati, maka perlahan sampah mental tersebut akan menggerogoti kesehatan dan fisik seseorang.

Ia mencontohkan, sampah emosi yang paling banyak dilakukan kaum wanita pada umumnya adalah ghibah dan fitnah.

Kebiasaan ini tanpa disadari muncul saat berkumpul dengan teman atau saudara hingga muncul permasalahan baru seperti berburuk sangka atau suudzon hingga menduga-duga suatu hal yang belum kita ketahui fakta sebenarnya.

Baca Juga: Ohm Pawat Resmi Lulus Kuliah S1, Ternyata Ini Motivasinya Bisa Lulus di Tengah Kerja

“Coba bayangkan kalau sudah terjadi kesalahan emosi, salah perasaan dan salah makan, ya sudah selesai! Semua tubuhnya sakit, raganya menderita juga ruh, jiwa dan hatinya juga menderita,” ungkapnya.

Menurut Zaidul Akbar, hanya sabar dan ikhlas saat kita mendapatkan ujian kebencian dari seseorang.

Terlebih saat kita menjadi bahan ghibah, Zaidul hanya menyarankan untuk membalasnya dengan ilmu Alquran, yakni diam dan berserah diri kepada Allah SWT.

“Jadi kalau ada orang yang ngomongin kita ya itu kan kalau enggak fitnah ya ghibah dua-duanya dosa besar. Kalau ada orang yang misalkan ghibahin kita saya Bahagia. Nanti waktu hari perhitungan Anda tinggal ngomong sama Allah, Ya Allah saya mau pahala hajinya dia karena dia menggibah saya, selesai,” katanya.

Ia juga menjelaskan semua yang berhubungan dengan emosi, baikannya di kembalikan kepada agama.

“Maaf, ikhlas, sabar, dan mengerti tentang perhitungan akhirat sehingga kita bisa lebih bebas,” ucapnya.

Load More