- CPIB melaporkan kasus korupsi di Singapura pada tahun 2025 mencapai rekor terendah yakni sebanyak 68 kasus saja.
- Mayoritas pelaku korupsi berasal dari sektor swasta, sementara integritas pegawai negeri Singapura tetap terjaga dengan sangat baik.
- Keberhasilan penegakan hukum ini menempatkan Singapura sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia global.
Suara.com - Jumlah kasus korupsi di Singapura turun ke level terendah sepanjang sejarah pencatatan modern.
Data terbaru dari Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) menunjukkan hanya 68 kasus yang diselidiki sepanjang 2025.
Angka ini sangat jomplang dengan kondisi di Indonesia. Sepanjang 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat mengusut 439 perkara tindak pidana korupsi.
Dari total tersebut, 118 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 11 di antaranya melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Kembali ke Singapura. Angka 68 kasus korupsi tersebut menurun dibanding 75 kasus pada 2024 dan 81 kasus pada 2023.
Ini menjadi jumlah terendah sejak CPIB mulai mendokumentasikan data secara sistematis pada 2010.
Dalam laporan yang dirilis 28 April lalu, CPIB menyebut epanjang tahun lalu, total terdapat 160 laporan terkait dugaan korupsi, termasuk 56 laporan anonim.
Jumlah itu juga turun dibanding 177 laporan pada 2024 dan 215 laporan pada 2023. Penurunan konsisten tersebut memperkuat citra Singapura sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia.
Kasus korupsi di sektor publik tercatat sangat minim. Hanya satu kasus yang melibatkan pejabat publik selama 2025.
Baca Juga: Sergio Veloso Resmi Latih Timnas Voli Putra Indonesia di AVC Mens Cup 2026
Sebaliknya, terdapat 22 kasus pegawai negeri yang menolak suap dari masyarakat.
CPIB menilai hal ini mencerminkan budaya integritas yang kuat di lembaga pemerintahan Singapura.
Sektor konstruksi, manufaktur, transportasi, dan penyimpanan disebut sebagai bidang paling rentan terhadap praktik korupsi di sektor swasta dalam satu dekade terakhir.
Sebanyak 90 orang dituntut sepanjang 2025, dengan 84 di antaranya berasal dari sektor swasta.
Tingkat vonis bersalah mencapai 100 persen, atau 91 persen jika memasukkan kasus yang dihentikan setelah proses penuntutan dimulai.
Meski jumlah kasus menurun, CPIB mengingatkan modus korupsi kini semakin kompleks.
Berita Terkait
-
Sergio Veloso Resmi Latih Timnas Voli Putra Indonesia di AVC Mens Cup 2026
-
Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Datang ke KPK, Gus Ipul Jelaskan Alasannya Pakai Mobil Listrik RI 27
-
Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru