SuaraBandung.id – PT Pertamina sudah mulai menerapkan sistem QR Code atau barcode, pada pembelian bahan bakar minyak (BBM) Subsidi jenis Solar dan Minyak Tanah (Kerosene) di beberapa wilayah Indonesia.
Aturan BBM Subsidi ini sudah ditetapkan lewat Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan perubahannya lewat Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2021.
Sehingga, penerima BBM Subsidi harus mendaftarkan kendaraannya agar mendapatkan QR Code untuk mengisi bahan bakar.
PT Pertamina tidak hanya menyediakan layanan pendaftaran melalui aplikasi MyPertamina dan website subsiditepat.mypertamina.id, tapi juga penerima BBM Subsidi bisa mendaftar langsung di Booth Subsidi Tepat yang ada di SPBU.
Cara Mendaftar BBM Subsidi Secara Langsung
Dilansir dari Instagram resmi PT Pertamina, berikut cara mendaftar BBM Subsidi di Booth Subsidi Tepat secara langsung.
- Siapkan dokumen yang dibutuhkan (KTP, STNK, foto kendaraan, dan foto diri). Kemudian, dokumen tambahan lainnya, seperti Surat Rekomendasi untuk non kendaraan dan foto nomor kendaraan (pelat).
- Datang ke SPBU yang menyediakan Booth Subsidi Tepat atau meminta bantuan kepada petugas.
- Petugas SPBU akan membantu untuk meregistrasi secara manual.
- Setelah itu, penerima BBM Subsidi akan mendapat QR Code yang bisa digunakan untuk membeli bahan bakar kendaraan.
Penerima BBM Subsidi tersebut diimbau untuk menyimpan dan tidak menyebar luaskan QR Code agar kuota BBM Subsidi dapat tepat sasaran.
Sebagai informasi, usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, sampai layanan umum juga dapat menggunakan BBM Subsidi ini dengan persyaratan tertentu. (*)
Berita Terkait
-
Beli BBM Subsidi Pertalite dan Solar Mulai Pakai QR Code, Tak Punya Tak Bisa Isi Bensin
-
Beli Solar Subsidi Wajib Daftar MyPertamina Mulai 26 Januari 2023, Ini Caranya!
-
PHR Buka Suara Tanggapi Insiden Pekerja Meninggal di Pengeboran Minyak
-
PT Pertamina Hulu Rokan Bersama KLHK Gelar Aksi Susur Sungai dan Gerakan Bersih Sungai Ciliwung
-
Pemkab Luwu Utara: Dengan QR Code, Solar Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik