SuaraBandung.id – Beberapa waktu lalu, media sosial Twitter diramaikan dengan tagar ‘umur 25’. Hal ini menjadi perbincangan sebab banyaknya lowongan kerja di Indonesia yang mencantumkan persyaratan umur maksimal 25 tahun.
Sehingga, para pencari kerja yang sudah berusia 25 tahun ke atas, merasa dibatasi dan susah mendapatkan pekerjaan.
Rupanya, ada beberapa alasan mengapa perusahaan menerapkan persyaratan umur maksimal 25 tahun dalam lowongan pekerjaannya. Berikut beberapa di antaranya.
1. Usia Produktif
Beberapa perusahaan menganggap, kandidat muda atau calon pekerja berusia 25 tahun ke bawah itu memiliki tingkat motivasi, energi, semangat, dan kreativitas yang lebih tinggi.
Dengan begitu, calon pekerja di usia muda diharapkan dapat lebih produktif dan berkontribusi untuk perusahaan.
2. Mudah Diarahkan dan Beradaptasi
Alasan kedua adalah perusahaan berpikir bahwa kandidat muda lebih mudah untuk diarahkan dan dilatih.
Mereka memiliki naluri dan kemampuan untuk belajar maupun beradaptasi dengan situasi baru. Sehingga, mereka lebih cepat memahami dan menguasai bidang pekerjaan di sebuh perusahaan.
Baca Juga: 8 Artis Jadi Instruktur Senam, Ada yang Rela Tidak Dibayar demi Melatih Ibu-ibu Kompleks
3. Tuntutan Regulasi Perusahaan
Selain soal kinerja, alasan lainnya adalah soal regulasi. Pada beberapa perusahaan memiliki tuntutan regulasi atau persyaratan yang membatasi usia karyawan.
Misalnya, dalam beberapa bidang pekerjaan, ada regulasi yang menyatakan bahwa karyawan harus berusia di bawah 25 tahun untuk bekerja dalam posisi tertentu.
Namun, meskipun ada beberapa alasan yang mendasari pembatasan umur dalam lowongan pekerjaan, hal ini masih dianggap diskriminatif oleh sebagian besar masyarakat.
Mereka berpendapat bahwa kualifikasi dan kapabilitas seseorang harus lebih diutamakan daripada usia. Kemudian kandidat yang lebih tua, bukan berarti tidak dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perusahaan.
Dalam konteks yang lebih luas, pembatasan umur dalam lowongan pekerjaan juga bisa menghambat pemerataan kesempatan kerja dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional.
Oleh karena itu banyak yang menilai, bagus atau tidaknya performa perusahaan tidak seharusnya dilihat dari usia karyawannya. Penting untuk memperlakukan setiap kandidat dengan adil dan menilai mereka berdasarkan kualifikasi serta kapabilitas mereka, bukan usia. (*)
Berita Terkait
-
Cara Membuat CV untuk Pemula, Data Apa Saja yang Harus Dicantumkan?
-
Penting! Inilah 3 Penyebab Pengangguran Kesulitan Dapat Pekerjaan
-
Segera Catat! 5 Cara Bijak dalam Menyikapi Kritik dari Atasan Kerja
-
3 Aktivitas Menyenangkan Sepulang Kerja, Tak Perlu Biaya Mahal
-
Waspada! Simak 3 Godaan yang Harus Dihindari Ketika Sudah Punya Pekerjaan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal