SuaraBandung.id - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung 2021, estimasi penderita hipertensi di Kota Bandung mencapai 696.372.
Sebanyak 137.754 (19,78%) beroleh layanan kesehatan hipertensi. Cakupan layanan kesehatan itu membaik ketimbang 2019 yang 15,16%, dan 2020 (18,99%).
Terungkap, banyak penyakit serius yang tidak disadari penderita. Salah satunya berawal dari nyeri kepala yang merupakan mekanisme tubuh yang menjadi peringatan dini atau early warning atas kondisi kesehatan.
Masyarakat perlu sangat waspada saat mengalami nyeri kepala yang tak kunjung sembuh selama satu sampai dua pekan meski telah mengonsumsi obat, atau makin kuat secara perlahan (gradual).
Karena itu, jika mengalami nyeri kepala sampai menyebabkan muntah proyektil, masyarakat mesti memeriksakan diri secepatnya.
Demikian ucap Dokter Spesialis Bedah Syaraf di Edelweiss Hospital, Prof. dr. Ahmad Faried, SpBS (K)., PhD., FICS pada talk show disela Gathering Edelweiss Hospital dengan Rekanan Asuransi, Rumah Sakit, dan Klinik di Hotel The Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (15/2/2023).
Lebih jauh Faried mengatakan, general check up menjadi hal penting dalam mendeteksi penyakit, termasuk yang dengan awalan nyeri kepala.
"Tetap penting untuk skrining, walaupun masih berusia muda," ucap Faried.
Pada talkshow yang mengusung tema layanan Onkologi dan Bedah Syaraf di Edelweiss Hospital, hadir pula Dokter Spesialis Bedah Syaraf lain di Edelweiss Hotel, yakni dr. Muh Adam Pribadi Sp.BS, dr. Muh Rainda Farhan, Sp.BS.
Baca Juga: Stadion Jadi Tempat Syuting Film Dewasa, Klub Prancis Nice Ajukan Dakwaan
Adam menambahkan, masyarakat mesti sangat curiga saat mangalami nyeri kepala paling hebat sepanjang hidup. Apalagi, ketika hal itu itu terjadi.
"Tidak selalu, tapi biasanya nyeri kepala karena vaskular ditandai dengan nyeri paling hebat sepanjang hidup. Biasanya, itu jugamenandakan ada pendarahan," kata dia.
Sementara itu, Farhan mengatakan, hampir tiap orang pernah mengalami nyeri kepala. Namun, masyarakat perlu sangat waspada saat mengalami nyeri kepala beserta gangguan penglihatan maupun keseimbangan, wajah mencong, apalagi yang sampai muntah proyektil.
"Pernah beberapa kali menjumpai pasien datang ke rumah sakit saat sudah tumbuh tumor berat, atau aneurisma (otak) pecah. Untuk mencegah terjadi kondisi seperti itu perlu skrining," ucap Farhan.
Dan hipertensi merupakan salah satu penyebab aneurisma bisa pecah. Sementara itu, ucap Farhan, hipertensi acap tak bergejala.
"Namun hipertensi bisa menyebabkan strok suatu saat," beber Farhan.
Berita Terkait
-
5 Manfaat Tomat Ceri, Cocok untuk Diet hingga Mengatasi Hipertensi
-
Makan Durian Bikin Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
-
Jangan Sampai Anak Hipertensi! Dokter Anak Minta Orangtua Hindari Beri Junk Food dan Pilih Makanan Sehat
-
3 Fakta Penting tentang Tekanan Darah Tinggi, Sudah Tahu?
-
Indra Bekti Alami Gangguan Penglihatan karena Hipertensi Kumat, Apa Kaitannya?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih