SuaraBandung.id – Situ Cileunca dibangun di Bandung pada tahun 1919 – 1926, semasa Kolonial Belanda datang ke Indonesia.
Dulu itu disana adalah salah satu tempat untuk membantu operasional listrik yang di alirkan ke kota Bandung.
Pembangunan tersebut dibiayai oleh Pemerintahan Kolonial Belanda, pada masa itu.
Menurut sumber pembangunan tersebut adalah pembangunan yang adil tanpa adanya paksaan atau kerja rodi, karena tempat tersebut di nilai sangat bermanfaat bagi warga sekitar dan warga Bandung khususnya.
Dan pada saat Jepang datang, Jepang menduduki wilayah tersebut dan mengambil alih sampai menghancurkan struktur-struktur yang telah di bangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda.
Pada masanya, Situ Cileunca menjadi spot favourite Kolonial Belanda untuk berlibur dan bertamasya bersama keluarganya. Di Situ Cileunca juga merupakan tempat wisata yang tidak pernah sepi pada masa Kolinial Belanda.
Sekarang Situ Cileunca merupakan salah satu peninggalan sejarah di masa Kolinial Belanda yang masih ada.
Namun seiring berjalan nya waktu, Situ Cileunca adalah danau yang masih bisa di manfaatkan untuk irigasi dan sumber air pertanian.
(*Editor: Zahra Anna)
Baca Juga: Egianus Kogoya Bunuh Anak Kecil di Lanny Jaya Usai Permintaannya Tak Dituruti
Sumber: Instagram @pangalenganofficial dan @situ_cileunca_pangalengan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi