Suara.com - Nyepi merupakan salah satu hari di mana Pulau Bali menjadi hening dan sepi. Namun bukan berarti Bali menjadi sepi wisatawan di Hari Raya Nyepi. Justru, hari raya Nyepi bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Tertarik menghabiskan waktu libur Hari Raya Nyepi di Bali? Simak tips wisata di Bali saat Nyepi berikut.
Nyepi merupakan hari suci di mana umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka. Sebagai pendatang, sudah sepatutnya kita menghormati aturan yang ada.
1. Tahu aturan dan maknanya
Melansir dari laman Bali Pedia, pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan melakukan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Lelungan (tidak bepergian, Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang, Amati Karya (tidak bekerja), dan Amati Geni (tidak menyalakan api).
Oleh karenanya, sebagai wisatawan, Anda juga harus menghormati perayaan tersebut dengan mengikuti aturan yang ada.
2. Tahu waktu pelaksanaan
Nyepi akan jatuh pada Rabu, 22 Maret 2023 mendatang. Selama 24 jam di waktu tersebut, Catur Brata Penyepian akan dilakukan.
Oleh karena itu, jika Anda ingin merasakan khidmatnya hari raya Nyepi, pastikan untuk datang ke Bali maksimal sehari sebelumnya. Sebab pada hari Nyepi, aktivitas di bandara sering kali dikurangi.
Baca Juga: Mengapa Ogoh-Ogoh Seram? Makna Tradisi Hari Raya Nyepi
3. Jangan meninggalkan penginapan
Tips wisata di Bali saat Nyepi selanjutnya adalah dengan berdiam diri di penginapan. Anda bisa berjalan-jalan di sekitar hotel. Namun, sebaiknya Anda tidak mengganggu ketenangan di lingkungan masyarakat.
Jika Anda keluar, akan ada Pecalang atau Polisi Adat yang siap menegur. Sebagai wisatawan, Anda akan tetap menerima teguran.
4. Nyalakan lampu hanya di kamar
Saat menginap dan ingin menghabiskan malam dengan lampu, tentu Anda tetap bisa melakukannya di Hari Nyepi. Namun, pastikan untuk tidak melakukan lampu balkon atau lampu yang ada di luar.
Cukup nyalakan satu atau dua lampu di kamar dan pastikan cahayanya tidak menembus hingga ke luar kamar. Pastikan tirai jendela Anda tertutup rapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen
-
Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Jangan Dianggap Wajar, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat
-
Bebas Telat Bayar dan Denda, BRI Hadirkan Fitur Tagihan Terjadwal di Aplikasi BRImo
-
Aktivasi BRImo Lewat InvestASIK Bisa Dapat Cashback, Simak Syarat dan Ketentuannya
-
Ketua Umum TP PKK Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Bantuan untuk Siswa dan Guru di Biak Numfor