SuaraBandung.id - Dirumorkan Richard Eliezer atau Bharada E keracunan, usai sarapannya dicampuri zat berbahaya.
Sarapan Bharada E dikatakan terkontaminasi zat mematikan sebagai bentuk teror dari Sambo.
Kabar terkait Sambo dan Bharada E tersebut dibagikan oleh kanal Youtube Warta Informasi (@wartainformasi), Sabtu (4/3/2023).
"Bentuk Ter0r Smbo || Mkanan Bhrada e terkontaminasi zt memtikan," tulis si pembuat video pada judul.
Pada sampul video ia menggunakan foto seseorang sedang tidur di atas ranjang rumah sakit.
Di sekitarnya terlihat beberapa polisi mengerumuni orang yang mukanya tertutup oleh salah satu tangan polisi tersebut.
Video berdurasi 5 menit, 50 detik itu mengambil beberapa cuplikan pendapat dan pernyataan dari pihak-pihak yang bersangkutan dengan kasus pembunuhan.
Seperti penjelasan penetapan tersangka, status JC untuk Bharada E hingga vonis yang ia dapatkan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Terkait hal itu, narator menambahkan informasi pendampingan yang didapatkan oleh Richard Eliezer dari beberapa pihak sebagai JC.
Baca Juga: Nikmatnya Santap Peda dengan Cara Berbeda di Restoran yang Usung Konsep Peranakan
Sekaligus alasan dan langkah LPSK memberikan perlindungan kepada Bharada E, meskipun tidak dijelaskan secara rinci.
Cek fakta:
Tim bandung.suara.com menelusuri lebih lanjut informasi yang beredar dari kanal tersebut.
Selama video diputar, tidak ada keterangan terkait kondisi Bharada E yang keracunan makanan.
Bahkan sumber lain juga tidak ditemukan adanya aksi Sambo yang mencoba memberikan zat berbahaya mematikan di sarapan Richard.
Konten kreator video hanya mengambil judul dari salah satu portal media massa online yang menyatakan bahwa LPSK memantau ketat makanan Bharada E, untuk menghindari adanya teror.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat