SuaraBandung.id - Ferdy Sambo salah satu terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J telah mengajukan banding atas hukuman penjara seumur hidup dan vonis mati yang diberikan oleh pengadilan.
Namun beredar kabar bahwa Ferdy Sambo marah dan mengamuk kepada hakim di persidangan karena pengajuan bandingnya ditolak.
Informasi mengenai ngamuknya Ferdy Sambo ini diunggah dalam video berdurasi 8:06 yang diunggah oleh kanal YouTube RODA POLITIK, Kamis (9/3/2023).
Dalam video yang telah ditonton lebih dari lima ribu kali sejak diunggah ini memperlihatkan seseorang memakai batik yang wajahnya terlihat seperti Ferdy Sambo tengah menunjuk hakim di persidangan.
Thumbnail video yang mengabarkan informasi terkait Ferdy Sambo ini bertuliskan “AJUKAN BANDING DITOLAK MENTAH2. SAMBO NGAMUK TAK TERIMA HINGGA ANCAM HAKIM WAHYU.”
Berdasarkan penelusuran tim SuaraBandung.id (13/3/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh akun YouTube RODA POLITIK tidaklah benar.
Video yang berjudul “HAKIM WAHYU TEGAS TOLAK BANDING FERDY SAMBO NGAMUK TAK TERIMA HINGGA NEKAT LAKUKAN INI??” tidak memberikan informasi terkait ngamuknya Ferdy Sambo di persidangan.
Dalam video tersebut berisi hukuman yang dijatuhkan kepada Ferdy Sambo dan para terdakwa lain dalam pembunuhan Brigadir J.
Selain itu dalam video juga disebutkan bahwa Ferdy Sambo dan para terdakwa lain kecuali Richard Eliezer telah mengajukan banding.
Faktanya banding yang telah diajukan Ferdy Sambo dan tiga terdakwa lainnya sudah diterima oleh Pengadilan Tinggi Jakarta tanpa penolakan.
Sedangkan pembacaan sidang putusan banding Ferdy Sambo dan tiga terdakwa lainnya akan digelar dan terbuka untuk umum pada Rabu (12/4/2023).
KESIMPULAN :
Video yang diunggah akun YouTube RODA POLITIK berjudul “HAKIM WAHYU TEGAS TOLAK BANDING FERDY SAMBO NGAMUK TAK TERIMA HINGGA NEKAT LAKUKAN INI??” adalah hoax atau tidak benar.
Tidak ada pernyataan valid yang menginformasikan bahwa Ferdy Sambo marah hingga mengamuk kepada hakim karena pengajuan bandingnya ditolak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka