/
Kamis, 16 Maret 2023 | 16:08 WIB
Mantan Mario membongkar dan punya bukti video rekaman Mario Dandy dan Agnes Gracia main di hotel. (Youtube/Garuda News)

SuaraBandung.id - Pasca video penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy yang dibantu Agnes mencuat, berbagai misteri mulai terungkap.

Publik dibuat geger dan geram, hingga kasus penganiayaan itu ditangani oleh Polda Metro Jaya dan menetapkan Mario Dandy dan Agnes Gracia sebagai tersangka.

Diketahui pula bahwa keduanya adalah pasangan kekasih, di mana Mario Dandy (20) dan Agnes Gracia (15) adalah sepasang kekasih. Sedangkan korban, David (17) adalah mantan pacar Agnes.

Sebagaimana umumnya remaja jatuh cinta, beredar rumor Mario Dandy dan Agnes Gracia bermain di hotel dan mantan Mario mempunyai bukti rekamannya.

Rumor tersebut diungkapkan oleh channel YouTube GARUDA NEWS pada 16 Maret 2023 dengan tajuk,"Agnes tak bisa mengelak lagi mantan Mario punya bukti rekamannya saat main di hotel ternyata."

Sampai berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton 1,7 rb kali. 

Lalu benarkah yang diungkapkan channel tersebut?

Cek fakta:

Setelah melihat konten tersebut, tim bandung.suara.com menelusuri kebenaran atas berita yang disampaikan.

Baca Juga: Kronologi Nomo Koeswoyo Meninggal Dunia: Dia Pergi dengan Senyuman

Pertama, tidak ada satupun video rekaman Mario Dandy dan Agnes Gracia yang terbongkar. Lagipula tidak ada yang tahu juga hubungan semacam apa yang mereka lakukan.

Kedua, video yang diunggah oleh channel GARUDA NEWS ini antara judul, keterangan thumbnail dan isi tidak sesuai fakta.

Dalam thumbnail diperlihatkan potret baterai Agnes bersama kepolisian yang tengah mengadakan temu pers.

"Breaking news Agnes suka main bertiga di hotel, mantan Mario punya bukti rekamannya," tulis keterangan dalam thumbnail.

Ketiga, narator dalam video yang berdurasi 8 menit 30 detik pada kalimat pembuka dengan isi informasi terkait dugaan chat jebakan Agnes Gracia pacar Mario Dandy ke David.

Kemudian Narator membangun narasi yang membongkar secara kronologi peristiwa kasus penganiayaan tersebut.

Load More